Diversifikasi Sumber Pembiayaan Investasi Tol Perlu Dilakukan

Kompas.com - 24/07/2019, 08:00 WIB
Ilustrasi jalan tol. Jasa MargaIlustrasi jalan tol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dinilai perlu mencari terobosan baru terkait pembiayaan pembangunan jalan tol.

Hal ini harus dilakukan untuk semakin menekan tingginya pembiayaan pembangunan jalan berbayar tersebut.

Sekretaris Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono mengatakan, untuk menjadikan jalan tol menjadi industri yang menarik bagi investor, para pelaku industri ini harus bisa menjaga kondisi lingkungan bisnis dengan baik.

Selain melalui berbagai insentif fiskal yang telah diberikan pemerintah, cara lainnya yaitu dengan menjaga agar aset portofolio yang ada menjadi liquid dan tidak mengalami over pricing.

Baca juga: Jadi Pemrakarsa, Waskita Yakin Menangi Tender Tol Balikpapan-PPU

"Ada dua kondisi yang menyebabkan over pricing. Pertama, nilai proyek yang tidak efisien, baik itu karena desain teknikal yang berlebihan maupun berbagai kontributor ekonomi biaya tinggi yang terjadi saat menyelesaikan proyek tersebut," kata Krist dalam pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa (23/7/2019).

Untuk menciptakan proyek yang efisien, keberadaan regulator yang kuat sangat diperlukan. Telaah teknikal dan kelayakan proyek harus menjadi dasar utama inisiasi suatu proyek.

"Avonturir bisnis harus diminimalisasi dalam hal proses pengadaan proyek," kata dia.

Kedua adalah faktor mahalnya sumber pendaan proyek (source of fund). Jika mengacu pada tingkat leverage pembiayaan proyek yang dijinkan, misalnya, sebagian dari penyertaan modal dan sebagian lagi dari pinjaman, maka tingginya suku bunga pinjaman juga menjadi faktor terjadinya over pricing di suatu industri.

"Suatu industri menjadi semakin menarik bagi industri, jika mampu menarik dana murah. Atau setidak tidaknya bisa menekan cost of fund-nya," tutur Krist.

"Upaya ke arah ini bisa dilakukan dengan melakukan diversifikasi sumber pembiayaan investasi melalui penciptaan instrumen instrumen investasi baru di pasar keuangan," imbuh Krist.

Baca juga: 7 Ruas Tol Dilelang, ATI: Bagus untuk Portofolio Investasi

Penurunan tingkat suku bunga dari kreditur, kata dia, dapat menjadi salah satu upaya untuk menurunkan over pricing tersebut.

Oleh karena itu, upaya koordinasi dengan Bank Indonesia dan OJK yang dilakukan para pemangku kepentingan, jika diletakkan dalam misi dan perspektif menurunkan cost of fund pembiayaan proyek infrastruktur jalan tol, harus diapresiasi.

"Saya berpendapat bahwa, sudah selayaknya pengusahaan jalan tol mendapatkan cost of fund pembiayaan yang lebih murah dibandingkan dengan sektor dan industri lain, mengingat industri ini secara bisnis memiliki aliran cash dan struktur risiko yang lebih termitigasi dengan baik," tuntas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X