200 Kilometer Potensi Akses Tol Kawasan Strategis Menanti Dibangun

Kompas.com - 22/07/2019, 18:00 WIB
Kepala BPJT Danang ParikesitKementerian PUPR Kepala BPJT Danang Parikesit

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyebut potensi akses tol baru sepanjang 200 kilometer yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis, termasuk pelabuhan, dan bandara di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Pembangunan akses tersebut dilakukan seiring dengan rencana pemerintah menggarap sejumlah proyek infrastruktur dalam lima tahun ke depan.

Kendati secara ukuran tidak terlalu panjang, namun bila diakumulasikan jumlahnya cukup banyak.

"Ada yang 1 kilometer, ada yang 2 kilometer, ada yang 10 kilometer, yang terintegrasi dengan tol," kata Danang di kantornya, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Dampak Masa Konsolidasi, Banyak Tol yang Dijual

Ia menambahkan, jalan akses tersebut dapat dibangun atau diprakarsai badan usaha atau menjadi penugasan tambahan yang diberikan pemerintah kepada badan usaha yang telah membangun jalan tol sebelumnya.

Bila demikian, maka akan ada adendum dalam perjanjian pengusahaan jalan tol yang telah disepakati sebelumnya.

Sebagai contoh, pembangunan akses tol ke Pelabuhan Patimban yang dalam waktu dekat segera memasuki proses lelang bersamaan dengan enam ruas tol lainnya pada tahun ini.

"Pak Jokowi kan sudah mengingatkan (akses menuju) kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, kawasan pariwisata itu harus jadi prioritas untuk memperoleh konektivitas yang lebih baik lagi. Kalau kami sendiri juga cukup banyak ada sekitar 200 kilometer koneksi antara jalan tol dengan bandara yang belum terkoneksi dengan baik," pungkas Danang.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X