Tiga Bendungan Segera Diresmikan

Kompas.com - 17/07/2019, 10:58 WIB
Kebutuhan air baku di Batam pada 2020 mendatang diperkirakan mencapai 4.500 liter per detik, sementara saat ini masih ada kekurangan sekitar 750 liter per detik. Tentunya dengan kapasitas bendungan Sei Gong yang mencapai 400 liter per detik, itu artinya hanya tersisa 350 liter per detik yang harus dipenuhi pemerintah KOMPAS.COM/ HADI MAULANAKebutuhan air baku di Batam pada 2020 mendatang diperkirakan mencapai 4.500 liter per detik, sementara saat ini masih ada kekurangan sekitar 750 liter per detik. Tentunya dengan kapasitas bendungan Sei Gong yang mencapai 400 liter per detik, itu artinya hanya tersisa 350 liter per detik yang harus dipenuhi pemerintah

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga proyek bendungan ditargetkan rampung dan segera diresmikan dalam waktu dekat. Ketiganya merupakan bagian dari 65 proyek bendungan yang digarap pemerintah.

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi di Buperta Cibubur, Kamis (21/3/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi di Buperta Cibubur, Kamis (21/3/2019).

"Yang sekarang sudah selesai dan tinggal diresmikan Sei Gong di Batam, Sindangheula di Banten, ini tinggal diresmikan, isi air, sudah jadi. Lalu Passeloreng di Sulawesi Selatan," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi menjawab Kompas.com, pekan lalu.

Bendungan Sei Gong memiliki kapasitas tampung 11,8 juta meter kubik dengan luas genangan sebesar 246,8 hektar. Bendungan ini bakal menjadi sumber air baku berkapasitas sebesar 400 liter per detik.

Adapun Bendungan Sindangheula merupakan bendungan multifungsi yang akan dimanfaatkan sebagai pengendali banjir di daerah hilir kota dan kabupaten Serang dengan kapasitas tampung banjir 1,5 juta meter kubik.

Baca juga: 2021-2023, Kementerian PUPR Tender 15 Bendungan Baru

Selain itu, bendungan tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai sumber irigasi di Daerah Irigasi Cibanten seluas 1.000 hektar, serta suplai air baku 0,8 meter kubik per detik bagi kedua wilayah itu.

Sedangkan Bendungan Paselloreng yang memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik memiliki manfaat mengairi lahan irigasi seluas 7.000 hektar, sebagai sumber air baku di Kabupaten Wajo sebesar 305 liter per detik, pembangkit listrik mikrohidro 2,5 MW, dan konservasi air, pengendali banjir Sungai Gilireng, perikanan air tawar dan pariwisata.

Hari menambahkan, dari 65 bendungan yang hendak dibangun pemerintah, 16 di antaranya merupakan proyek lanjutan dan 49 lainnya merupakan proyek baru.

Saat ini, 15 proyek bendungan telah selesai dan diresmikan, sedangkan 41 di lainnya masih dalam proses pembangunan. Adapun sembilan sisanya akan dilelang tahun ini.

Dari 41 bendungan yang sedang dibangun, tiga diantaranya termasuk yang siap untuk diresmikan dalam waktu dekat.

"Lainnya progres di atas 60 persen," imbuh Hari.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X