Seri Gedung Bersejarah: Fakultas Kedokteran UI, Sekolah Kedokteran Pertama Indonesia

Kompas.com - 11/07/2019, 17:04 WIB
Fakultas kedokteran Universitas Indonesia (UI), dulunya merupakan asrama prapatan 10 Dok. KompasFakultas kedokteran Universitas Indonesia (UI), dulunya merupakan asrama prapatan 10

KOMPAS.com - Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang berada di Jalan Salemba Raya No. 4-6, Jakarta Pusat, memiliki sejarah panjang.

Kisah keberadaannya bisa ditarik mundur sejak zaman kolonial.

Pada masa itu, Pemerintah Hindia Belanda memutuskan membangun sebuah sekolah tinggi ilmu kesehatan, tepatnya pada Januari 1851, dengan nama Dokter Djawa School.

Nama ini kemudian berubah menjadi School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA).

Dalam buku "Tradisi Kehidupan Akademik" karya Rahardjo Darmanto Djojodibroto, Geneeskundige Hogeschool (GHS) didirikan di Batavia pada 1927.

Baca juga: Seri Gedung Bersejarah: Gedung Arsip Nasional, Pernah Jadi Gereja dan Rumah Yatim Piatu

Pendirian sekolah ini merupakan langkah untuk menggantikan sekolah dokter STOVIA yang tingkatannya bukan pendidikan tinggi.

Lembaga ini didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu dokter.

Fasilitas bangunan yang digunakan GHS merupakan perkembangan dari laboratorium STOVIA, misalnya laboratorium dan perpustakaan.

Gedung Geneeskundige Hogeschool (GHS) yang saat ini menjadi Fakultas Kedokteran UI.Laman Kemdikbud Gedung Geneeskundige Hogeschool (GHS) yang saat ini menjadi Fakultas Kedokteran UI.
Mengutip situs Jakarta.go.id, gedung ini dibangun dengan ciri arsitektur Eropa antara tahun 1916 hingga 1920 sebagai pengganti sekolah kedokteran STOVIA.

Mengutip situs FK UI, bangunan kampus ini tercatat selesai didirikan pada tanggal 5 Juli 1920.

Pada tanggal yang sama, seluruh fasilitas pendidikan STOVIA dari tempat lama dipindahkan ke gedung pendidikan yang baru di Jalan Salemba 6, Jakarta Pusat.

Selama itu pula, bangunan dengan dominasi warna putih ini dikenal dengan nama Geneeskundige Hogeschool (GHS) atau sekolah tinggi kedokteran.

Pada masa penjajahan Jepang, bangunan ini tetap digunakan sebagai sekolah kedokteran namun berubah nama menjadi Ika Dai Gaku.

Kemudian, pada awal kemerdekaan, gedung ini menjadi Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia (BPTRI).

Setelah itu, Pemerintah Indonesia mendirikan perguruan tinggi Nood-Universitet atau Universitas Darurat pada 21 Januari 1946.

Universitas ini kemudian berubah nama menjadi Universiteit van Indonesie dan mempunyai lima faculteit.

Setelah pengakuan kedaulatan Universitet van Indonesie diambil alih oleh pemerintah saat itu dan digabungkan dengan Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia.

Penggabungan ini menghasilkan lembaga pendidikan tinggi baru bernama Universitet Indonesia.

Gedung pendidikan dan pelatihan kedokteran ini saat ini digunakan sebagai Gedung Fakultas Kedokteran UI.

Saat ini, bangunan tersebut ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui SK Menteri NoPM.13/PW.007/MKP/05.

Berdasarkan pemberitaan Harian Kompas, 23 Oktober 1984, mencatat, gedung ini sempat dipugar pada tahun 1984.

Biaya pembangunannya sendiri menghabiskan dana sekitar Rp 300 juta pada waktu itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X