SMF dan Kemenpar Tandatangani Dukungan Pembiayaan "Homestay" di 10 DPP

Kompas.com - 10/07/2019, 13:29 WIB
Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Henky Manurung dan Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, menandatangani kerja sama dukungan pembiayaan hometsay di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP), di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (10/7/2019).Dokumentasi SMF Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Henky Manurung dan Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, menandatangani kerja sama dukungan pembiayaan hometsay di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP), di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF dan Kementerian Pariwisata menjalin kerja sama sinergis dalam pengembangan pondok wisata (homestay) di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP).

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Henky Manurung dan Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Sinergi ini sebagai bentuk tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dengan SMF, pada 27 September 2018.

Perjanjian kerja sama ini melingkupi 5 hal yaitu, pertama fasilitas dan koordinasi terkait dengan kebijakan yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak dalam melaksanakan pembiayaan pembangunan homestay di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

Baca juga: Dukung Program Bali Baru, SMF Anggarkan Rp 8 Miliar Danai Homestay

Kedua, pertukaran data dan informasi yang dibutuhkan. Ketiga, pembiayaan homestay di 10 DPP meliputi antara lain pendanaan dan pemberdayaan lembaga penyalur.

Keempat, pelaksanaan regulasi, profiling, promosi dan advokasi investasi di 10 DPP. Kelima monitoring dan evaluasi dalam rangka pertumbuhan pembangunan homestay.

Adapun 10 DPP tersebut yakni, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Candi Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Morotai, Wakatobi, Labuan Bajo dan Mandalika (Lombok).

Dalam kerja sama ini SMF berperan sebagai pemberi pembiayaan homestay kepada masyarakat di Desa/Lokasi Wisata melalui Lembaga Penyalur dan pemberdayaan Lembaga Penyalur pada area DPP.

Melengkapi peran tersebut, SMF berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata, melakukan pendampingan kepada Lembaga Penyalur dalam rangka capacity building dan peningkatan peran serta masyarakat setempat.

Program ini selaras dengan harapan  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) agar pariwisata Indonesia dapat terus diperkuat dan dikembangkan menjadi sektor strategis dan pilar pembangunan perekonomian nasional.

Selain itu, pariwisata Indonesia juga diharapkan dapat mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara 275 juta perjalanan pada 2019 ini.

Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman mengatakan, program pembiayaan homestay diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk membangun/memperbaiki kamar rumah yang akan disewakan kepada wisatawan.

Dengan demikian, masyarakat mampu mendapatkan penghasilan, menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan sektor pariwisata di wilayah homestay.

“Pembiayaan homestay ini adalah bagian dari komitmen SMF membantu program Pemerintah mengembangkan destinasi wisata nasional," kata Trisnadi.

Sebelumnya pada 11 Februari 2019, sebagai langkah awal SMF telah melakukan penyaluran pembiayaan homestay bekerja sama dengan BUMDes di dua destinasi wisata yakni Desa Wisata Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah dan Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X