BTN-PP Properti Teken Kerja Sama Promosi Bunga 5 Persen

Kompas.com - 09/07/2019, 15:40 WIB
Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk Indrayanto, Direktur Realty PT PP Properti Tbk Galih Saksono, Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Budi Satria, dan Senior Vice President Non Subsidize & Consumer Lending Division (NSLD) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Suryanti Agustinar usai meneken kerja sama program Great 5, Selasa (9/7/2019) di Jakarta. Dokumentasi BTNDirektur Keuangan PT PP Properti Tbk Indrayanto, Direktur Realty PT PP Properti Tbk Galih Saksono, Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Budi Satria, dan Senior Vice President Non Subsidize & Consumer Lending Division (NSLD) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Suryanti Agustinar usai meneken kerja sama program Great 5, Selasa (9/7/2019) di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT PP Properti Tbk menjalin kerja sama pemasaran Kredit Pemilikan Rumah dan Apartemen (KPR/KPA) program “Great 5”.

Nota kesepakatan ditandatangani Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Budi Satria, dan Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat.

Turut menyaksikan Direktur Realty PT PP Properti Tbk Galih Saksono, Direktur Keuangan PT PP Properti Indrayanto, dan Senior Vice President Nonsubsidize & Consumer Lending Division Bank BTN Suryanti Agustinar.

"Great 5" merupakan program pemasaran bersama yang disediakan bagi masyarakat yang ingin membeli properti PT PP Properti Tbk melalui fasilitas KPR/KPA BTN dengan bunga 5 persen.

Baca juga: Jatah KPR Subsidi BTN Habis

“Kerja sama ini merupakan komitmen kami dalam menjalankan Program Sinergi Antar BUMN. Kami akan terus menjalin kerja sama dengan sesama BUMN lain guna meningkatkan kinerja bisnis saling menguntungkan,” kata Budi, dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com,  Selasa (9/7/2019). 

Budi berharap, "Great 5" dapat mendorong bangkitnya pasar properti pada Semester II-2019, seiring kepastian politik hasil Pemilu dan Pilpres 2019.

Selain itu, stabilitas politik ini juga berpotensi mendongkrak penjualan proyek-proyek  besutan PP Properti di beberapa wilayah.

Mengacu pada kondisi aktual tersebut, Budi menargetkan BTN dapat menyalurkan KPR/KPA melalui "Great 5" senilai Rp 1,3 triliun.

Senior Vice President Nonsubsidize & Consumer Lending Division Bank BTN Suryanti Agustinar menjelaskan, "Great 5" menawarkan beberapa keuntungan, termasuk cicilan ringan. 

"Bunga yang dikenakan hanya 5 persen, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal, bebas biaya provisi, proses cepat, hadiah tabungan Batara hingga Rp 1 juta, dan diskon asuransi jiwa 10 persen," tutur Yanti.

Kinerja

Untuk diketahui, hingga 31 Maret 2019 Bank BTN mencatat kenaikan penyaluran kredit sebesar 19,57 persen secara tahunan dari Rp 202,5 triliun menjadi Rp 242,13 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut bersumber dari sektor perumahan dan non-perumahan. Di sektor perumahan, kredit tercatat tumbuh 19,11 persen dari Rp184,46 triliun pada akhir Maret 2018 menjadi Rp 219,72 triliun pada periode sama 2019.

Sementara itu, permintaan KPR Subsidi yang masih tinggi menjadi pendorong kuat kenaikan total kredit pada segmen ini.

Catatan keuangan Bank BTN merekam KPR Subsidi naik 28,87 persen dari Rp 79,14 triliun  menjadi Rp 101,99 triliun.

Per triwulan I-2019, KPR Non-Subsidi pun naik sebesar 14,37 persen menjadi Rp 79,83 triliun.

Dengan capaian tersebut, KPR emiten bersandi saham BBTN ini tumbuh sekitar 22,07 persen  menjadi Rp 181,83 triliun.

Kinerja tersebut menempatkan Bank BTN sebagai pemimpin pasar di segmen KPR dengan pangsa sebesar 39,35 persen per Desember 2018.

Kemudian, di segmen kredit perumahan, kredit konstruksi juga terpantau naik 8,96 persen menjadi Rp 29,45 triliun. Sementara kredit perumahan lainnya tercatat telah disalurkan senilai Rp 8,44 triliun. 

Di sektor kredit non-perumahan, BTN juga mencatatkan pertumbuhan 24,24 persen. Kenaikan tersebut ditopang laju positif penyaluran kredit di segmen kredit konsumer dan kredit komersial.

Masing-masing 25,53 persen menjadi Rp 4,97 triliun dan 23,88 persen menjadi Rp17,43 triliun per triwulan I-2019. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X