M Ahsan, Sang Juara Dunia yang Terpincut Bisnis Vila

Kompas.com - 08/07/2019, 07:32 WIB
Salah satu villa yang disewakan Dokumentasi King VillaSalah satu villa yang disewakan

JAKARTA, KOMPAS.com — "Saya ingin hasil keringat selama bertahun-tahun bermain bulu tangkis, bermanfaat. Tidak saja bagi saya pribadi dan keluarga, juga lingkungan sekitar"

Demikian Mohammad Ahsan menjawab Kompas.com tentang motivasinya menekuni bisnis properti dalam perbincangan eksklusif di King Villa yang asri di kawasan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (6/7/2019).

Hingga kemudian pada awal 2017, bersama sang istri Christine Novitana, kampiun ganda putra All England 2019 ini membeli tanah 4.500 meter persegi di Tenjolaya.

Dia mengaku tertawan hatinya saat mengunjungi tempat tersebut. Kondisi udara yang masih sejuk, panorama alam dengan saujana hijaunya persawahan, gemercik air terjun Curug Luhur di kejauhan yang ditingkahi kicauan burung, memaku Ahsan untuk segera melakukan transaksi lahan.

Panorama Tenjolaya di King VillaDokumentasi King Villa Panorama Tenjolaya di King Villa
"Awalnya kami beli 4.500 meter persegi. Tapi terus kemudian kami membutuhkan lahan lebih luas. Saat ini sudah sekitar 6.000 meter persegi. Mungkin tahun depan akan bertambah menjadi 8.000 meter persegi hingga 1 hektar," tutur Ahsan.

Dengan mempertimbangkan usul dan nasihat orang-orang terdekat, terutama istri, Ahsan pun memulai bisnis hospitalitas melalui penyewaan vila untuk umum dengan brand komersial  King Villa.

Konsep yang diusung, kata Ahsan, adalah vila keluarga atau family villa. Ceruk pasar ini dibidik karena yang paling gemuk untuk masa sekarang.

Berbekal du  vila, sejoli ini kemudian mempercantik dan melengkapinya dengan berbagai elemen dekoratif luar ruang, seperti kembang setaman, pepohonan, fasilitas kolam renang, dan lapangan bulu tangkis multifungsi yang sekaligus bisa digunakan untuk bermain basket.

Suasana King VillaDokumentasi King Villa Suasana King Villa
Tak lupa juga mushala, jogging track, ATV trackbarbeque areacamping ground, gardu pandang, dan tentu saja pemandangan panoramik yang menurut Ahsan bikin betah dan emoh beranjak walau hanya untuk sejenak.

Banyak tamu yang kemudian tertarik dengan King Villa. Tak hanya rekan duetnya di ajang tepok bulu, juga sang pelatih Herry IP dan rival sekaligus kawan mainnya di eks Pelatnas Cipayung, serta masyarakat umum.

Christine berkisah, ada yang menarik saat tahun kedua King Villa beroperasi, yakni permintaan untuk menjadi lokasi pesta pernikahan, dan foto pra-pernikahan. 

King VillaHilda B Alexander/Kompas.com King Villa
Namun, karena butuh atensi intensif serta waktu luang, sementara mereka sibuk dengan keluarga, permintaan tersebut pun dengan halus ditolak.

"Yang kami sempat penuhi adalah satu event  pernikahan dengan tema garden party. Mereka puas dengan pelayanan kami karena acaranya sukses," kata Christine.

Apartemen

Interior King VillaDokumentasi King Villa Interior King Villa
Untuk dapat menikmati vila dan suasana tenang pedesaan Tenjolaya beserta fasilitas yang melengkapinya, tamu dikenai tarif Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per malam, dengan kapasitas masing-masing 6 dan 8 orang.

"Kami tidak menyediakan extra bed. Jika ada kelebihan tamu, kami menyediakan tenda dengan harga khusus," kata Christine.

Hingga saat ini, Ahsan dan Christine mengelola empat vila dengan tiga tipe, yakni Chayra, King, dan Maritza. 

Sejatinya, lanjut juara dunia dua kali berturut-turut 2013 dan 2015 ini, persentuhannya dengan dunia properti terjadi saat "dibujuk" sahabat karibnya, Ahmad Tonthowi (Owi). 

Saat itu, tahun 2015, lepas Ahsan merebut gelar juara dunia di Jakarta, dia terpincut tawaran Owi untuk membeli apartemen di Orange County (sekarang berganti nama menjadi Meikarta) di Cikarang.

Tak butuh waktu lama bagi ayah dari Chayra Maritza Ahsan dan King Arsakha Ahsan ini untuk menyetujui transaksi satu unit apartemen yang dikembangkan Lippo Group ini.

"Saat ini sudah topping off, tinggal serah terima," kata dia.

Muhammad AhsanHilda B Alexander/Kompas.com Muhammad Ahsan
Tak hanya di Cikarang, Ahsan pun membeli properti serupa di kawasan Bintaro, yakni Embarcadero Park dari pengembang yang sama. 

Hanya, hingga kini apartemen tersebut tak kunjung dibangun, padahal pembayaran sudah dilunasi.

Berinvestasi properti, kata pria kelahiran Palembang, 7 September 1987 ini jauh lebih aman ketimbang instrumen investasi lain.

"Barangnya ada dan nilainya terus naik. Inilah yang membuat kami yakin untuk terus menekuni bisnis properti. Jika kelak nanti gantung raket, saya sudah menggenggam masa depan dan passive income," ucap Ahsan.

Fasilitas lapangan bulutangkis di King VillaDokumentasi King Villa Fasilitas lapangan bulutangkis di King Villa
Terbukti, rumah kos milik mereka berdua di kawasan Cawang memiliki return on investment (ROI) yang demikian cepat dengan tarif sewa yang terus meningkat.

Ke depan, Ahsan dan Christine berharap, unit-unit vila di King Villa akan ditambah sesuai permintaan market dan layak secara finansial.

"Insya Allah, kami akan menambah unit dan fasilitas lain. Sementara portofolio di lokasi lain masih terus kami pertimbangkan," kata Ahsan seraya berharap laga kali ini di Indonesia Open 2019 beroleh hasil maksimal.

"Kalau juara, kan, rencana tersebut bisa segera terealisasi, ha-ha-ha," katanya sambil tertawa, menutup perbincangan.

 

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X