5 Fakta Wisma Nusantara yang Mengubah Regulasi Gedung Tinggi di Jepang

Kompas.com - 07/07/2019, 19:00 WIB
Wisma Nusantarawww.wismanusantara.com Wisma Nusantara

JAKARTA, KOMPAS.com - Gedung Wisma Nusantara menjadi salah satu dari bangunan tinggi pertama di Indonesia.

Pembangunannya dimulai pada 1963, sementara konstruksi fisik pada 1964. Setelah sempat mengalami penundaan, Wisma Nusantara diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 2 Desember 1972.

Baca juga: Kisah Wisma Nusantara, Pencakar Langit Pertama di Asia Tenggara

Selain itu, terdapat beberapa fakta saat pembangunan gedung ini, seperti:

Gedung tertinggi di Asia Tenggara

Selain Sarinah dan Mandarin Oriental Hotel, Wisma Nusantara termasuk salah satu gedung pencakar langit tertinggi pertama di Indonesia.

Wisma Nusantara merupakan proyek pencakar langit 30 lantai pertama dengan total tinggi mencapai 117 meter.

Bangunan ini juga sempat menyandang predikat sebagai gedung tertinggi di Asia Tenggara, seperti ditulis di Harian Kompas, 27 Juli 1971.

Salah satu pencakar langit pertama di Indonesia

Wisma Nusantara tercatat sebagai salah satu gedung pencakar langit pertama di Indonesia. Tercatat, sebelumnya, predikat pencakar langit pertama dipegang oleh Sarinah. 

Kemudian muncul Wisma Nusantara dan kemudian diikuti gedung Mandarin Oriental Hotel yang diresmikan pada tahun 1973. 

Kerja sama Indonesia-Jepang

Dalam prosesnya, pembangunan gedung ini sempat terhenti. Setelah itu, proses konstruksinya dimulai kembali yang dilakukan oleh PT Wisma Nusantara Internasional.

Perusahaan ini merupakan usaha patungan antara Pemerintah Indonesia dengan Mitsui & Co. Ltd dari Jepang. Proses konstruksi membutuhkan biaya mencapai 19,8 juta dollar AS.

Pada masa awal operasinya, saham PT Wisma Nusantara International dimiliki oleh Mitsui sebesar 55 persen dan Pemerintah Indonesia sebesar 45 persen.

--KARTONO RYADI --
Mengubah aturan di Jepang

Harian Kompas, 27 Juli 1971 menulis, pembangunan gedung ini dijadikan riset oleh para ahli dari Jepang.

Menurut asisten supervisor pembangunan, Ir Wiratman, sebelumnya di Jepang terdapat undang-undang yang mengatur tinggi bangunan maksimal hanya sampai 30 meter.

Penelitian yang dilakukan saat membangun pencakar langit ini mampu merevisi aturan di Jepang.

Ini karena pada saat yang sama, Jepang juga sedang membangun pencakar langit dengan ketinggian hingga 50 lantai.

Pencakar langit pertama dengan konstruksi baja

Wisma Nusantara merupakan gedung pencakar langit generasi pertama yang menerapkan kosntruksi baja.

Selain itu, bangunan ini juga menjadi purwarupa bagi pembangunan pencakar langit generasi kedua, seperti Kasumigakusi Building di Tokyo.

Penelitian yang dilakukan saat membangun Wisma Nusantara, membuat pihak Jepang berani dan yakin menerapkan konstruksi baja untuk bangunan tinggi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X