4 Fakta di Balik Turunnya Kejayaan ITC

Kompas.com - 05/07/2019, 06:03 WIB
Suasana ITC Kuningan Jakarta, Kamis (4/7/2019). DOKUMENTASI SINARMAS LANDSuasana ITC Kuningan Jakarta, Kamis (4/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com -  Sejumlah peritel mengumumkan menutup operasional toko fisiknya.

Tak hanya pemain besar, fenomena ini juga terjadi pada peritel skala kecil yang mengisi pusat perdagangan strata title atau beken dikenal dengan trade center.

Fenomena yang kami rekam adalah peritel-peritel di ITC Mangga Dua, sebagai salah satu pusat perdagangan pakaian di Jakarta, kini sepi pembeli.

Hal yang sama juga dijumpai di ITC Kuningan.

Banyak kios di ITC Kuningan yang disewakan kembali atau dijual melalui platform e-commerce, karena saking sepinya pengunjung dan pembeli.

Baca juga: Ini Penyebab Turunnya Kejayaan ITC (I)

Konsep trade center mewabah di hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia.

Tak hanya greater Jadebotabek, tetapi juga di Semarang, Surabaya, Medan, dan bahkan Makassar.

Ciri khas dari pusat belanja berkonsep trade center adalah homogen, seperti tekstil dan elektronik.

Akan tetapi, kenyataannya, hal ini tidak bisa menjamin kejayaan pusat perbelanjaan berkonsep trade center.

Turunnya kejayaan ITC terlihat dari lesunya transaksi di pusat perbelanjaan tersebut. Apa penyebabnya? Berikut 4 fakta di balik turunnya kejayaan ITC:

1. Tidak berstatus sewa atau lease mall

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X