Di Atas Sungai, China Rancang Gedung Teater

Kompas.com - 30/06/2019, 17:32 WIB
Yiwu Grand TheaterMAD Architects Yiwu Grand Theater

KOMPAS.com - China sedang membangun pusat budaya secara masif. Beberapa kota di negara itu mulai berencana membuat bangunan yang menjadi pusat budaya dalam skala besar. Salah satunya di Yiwu, sebuah kota di Provinsi Zhejiang, China.

Pemerintah setempat menyelenggarakan kompetisi untuk merancang Yiwu Grand Theatre.

Pembangunan gedung teater itu bertujuan untuk mengangkat kesan kota yang dulunya merupakan pusat perdagangan menjadi pusat budaya.

Baca juga: Arsitektur China dalam Mangkuk Porselen

Kompetisi ini diikuti oleh berbagai pihak seperti Arata Isozaki, Christian de de Portzamparc, GMP, dan KDG.

Hasilnya, pihak penyelenggara memilih gedung rancangan MAD yang dipimpin oleh arsitek Ma Yansong.

Yiwu Grand TheaterMAD Architects Yiwu Grand Theater
MAD mendesain bangunan teater seperti sebuah perahu yang muncul dari air. Hal ini kemudian membuat bangunan teater terlihat seolah mengambang di atas aliran sungai.

Terletak di tepi selatan Sungai Dongyang, Yiwu Grand Theatre dirancang dengan kapasitas 4.800 orang yang meliputi teater besar (1.500 orang), teater sedang (1.200 orang), dan ruang konferensi internasional (2.000 orang).

Tak hanya itu, MAD juga menghadirkan lanskap pegunungan sebagai latar belakang dan air di sungai sebagai panggung.

Desain atap bergaya jiangnan pada gedung terinspirasi dari arsitektur vernakular kuno khas daerah ini.

Tak hanya itu, lapisan berbentuk layar yang membungkus bangunan menggambarkan kapal China yang dulunya digunakan untuk mengangkut barang melintasi perairan.

Yiwu Grand TheaterMAD Architects Yiwu Grand Theater
Selubung berbentuk layar ini dirancang transparan sehingga menciptakan ritme dinamis yang membuatnya seolah tertiup angin.

Untuk mengurangi konsumsi energi secara keseluruhan, MAD membuat rancangan gedung teater dengan dinding tirai kaca semi-transparan.

Dinding transparan ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan cahaya alami dalam ruang publik.

Selain itu, dinding ini juga berfungsi memberikan kehangatan terutama saat musim dingin.

Sedangkan saat musim panas, dinding tersebut berguna sebagai sistem ventilasi yang meningkatkan sirkulasi aliran udara di dalam dan luar gedung.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X