Keterbatasan Pasokan Rumah di Bogor Selatan Untungkan Royal Tajur

Kompas.com - 29/06/2019, 10:59 WIB
Optimistis Royal Tajur bisa menarik pasar yang luas mengingat wilayah selatan Kota Bogor (Bogor Selatan), khususnya daerah Tajur, memang cocok untuk hunian. Dok Royal TajurOptimistis Royal Tajur bisa menarik pasar yang luas mengingat wilayah selatan Kota Bogor (Bogor Selatan), khususnya daerah Tajur, memang cocok untuk hunian.
Editor Latief

BOGOR, KOMPAS.com - Minat warga Jabodetabek yang tinggi untuk memiliki rumah sebagai produk investasi maupun rumah kedua di Bogor ditangkap Royal Tajur dengan mengembangkan produk hunian baru.

Salah satu produk hunian itu adalah klaster Avebury yang dikembangkan di lahan seluas 5,5 hektar. Proyek yang ditawarkan mulai Rp1,2 miliar ini merupakan unit rumah dua lantai dengan luas bangunan 72 meter persegi dan lahan seluas 97,5 meter persegi.

"Jadi, sekarang kami memang fokus ke rumah dua lantai di lahan berkontur dengan konsep rumah tumbuh. Kami perbanyak pengembangan konsep rumah resort split level di lahan terasering. Ini salah satu keunggulan lahan yang berkontur dan dilalui sungai kecil sehingga cocok untuk rumah tinggal atau kebutuhan wisata," kata Frans Hartono, Department Head Sales Royal Tajur, Sabtu (29/6/2019).

Dikembangkan oleh Suryamas Group, pengembang Rancamaya Golf Estate, Frans mengaku optimistis Royal Tajur bisa menarik pasar yang luas mengingat wilayah selatan Kota Bogor (Bogor Selatan), khususnya daerah Tajur, memang cocok untuk hunian.

"Kenapa, karena sama seperti di Jakarta, wilayah Selatan (Jakarta Selatan) lebih sejuk dan hijau, dibandingkan Barat dan Utara. Secara administratif kan Tajur masuk wilayah Kotamadya Bogor, dan secara geografis tanah Bogor Selatan ini lebih tinggi dibanding wilayah Bogor lainnya," tambah Frans.

Pemerintah Kota Bogor sendiri memang menyiapkan wilayah Selatan sebagai daerah permukiman dengan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) rendah dan Ruang Terbuka Hijau. Bogor Selatan sudah ditetapkan dengan KDB 30 persen dan mengatur lahan yang boleh dibangun untuk pengembangan perumahan hanya 30 persen dari total lahan pengembangan.

"Ini berdampak bagus karena akan lebih banyak taman dan lahan hijau di perumahan. Mungkin karena itu, tak banyak pengembang yang membangun perumahan di kawasan ini," ucap Frans.

Dia menambahkan, keterbatasan pasokan hunian di Bogor Selatan menguntungkan perumahan Royal Tajur yang dikembangkan pihaknya dengan luas kawasan mencapai 84 hektar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X