Sasar Milenial, CoHive Kembangkan Hunian Berbagi

Kompas.com - 25/06/2019, 21:18 WIB
Salah satu bentuk ruangan CoLiving yang ditawarkan CoHive.Kompas.com / Dani Prabowo Salah satu bentuk ruangan CoLiving yang ditawarkan CoHive.

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsep ruang berbagi yang kian berkembang, tak sekadar terkait dengan industri perkantoran maupun transportasi.

Lebih dari itu, konsep tersebut juga makin mudah ditemui pada bisnis hunian, utamanya yang menyasar generasi milenial.

Salah satu operator kantor berbagi atau co-working space, CoHive, baru-baru ini meluncurkan konsep CoLiving atau hunian berbagi.

Bekerja sama dengan Keppel Land Indonesia, CoHive menghadirkan CoLiving pertamanya di Tower Crest West Vista, Jakarta Barat.

Baca juga: CoHive Incar Operasikan 40 Co-Working Space Baru hingga Akhir 2019

"Sudah beroperasi sejak Mei. Kami ada dua fase, (yang pertama) 27 room dulu di West Vista. Next operation (fase kedua) September 2019," kata CEO CoHive Jason Lee menjawab Kompas.com, Rabu (20/6/2019) lalu.

Rencananya, CoLiving yang akan dihadirkan sebanyak 64 ruang yang terdiri atas tipe studio dan dua kamar tidur.

Beragam fasilitas pun disediakan, mulai dari ruang bersama, dapur bersama, laundry, teater mini, hingga kolam renang.

Ia optimistis, konsep hunian bersama ini akan laris di pasar mengingat harga sewanya yang relatif terjangkau dengan lokasi yang cukup strategis.

Untuk tipe studio misalnya, harga sewa dibanderol sebesar Rp 3 juta per bulan. Sementara tipe dua kamar tidur sebesar Rp 6 juta.

"Melalui produk ini, CoHive menawarkan gaya hidup perkotaan berfasilitas lengkap dengan harga terjangkau. CoHive menyediakan lingkungan tempat tinggal yang mendorong terciptanya kolaborasi di antara para anggotanya melalui berbagai ruang komunal," tutur Jason.

Pada pertengahan tahun ini, CoHive berhasil meraup dana investasi 13,5 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 190,8 miliar dari hasil penerbitan seri B pertama.

Investasi tersebut akan digunakan untuk mengembangkan proyek CoLiving, dan dua produk korporasi lainnya yaitu CoWorking dan CoRetail.

Kendati demikian, ia enggan merinci, berapa besar alokasi untuk masing-masing proyek yang akan dikembangkan.

"Kami tidak bisa benar-benar mengungkapkannya karena sulit. Dalam perjalanan kami masih melihat adanya kesempatan. Misalnya dalam perjalanan ada potensi untuk CoLiving, CoWorking atau CoRetail. Namun yang jelas demand ketiganya di market luar biasa," ungkapnya.

Saat ini, CoHive telah memiliki 31 CoWorking di dalam portofolionya yang tersebar di sejumlah lokasi, seperti di Jakarta, Yogyakarta, Medan, dan Bali dengan luas mencapai 65.000 meter persegi.

CoHive pun berencana menambah sembilan CoWorking baru untuk memperkaya portofolio ruang kerja berbagi yang dikelola.

Kesembilan CoWorking baru itu nantinya akan dibuka di Jakarta, Surabaya dan Makassar. Dengan demikian, diharapkan pada akhir 2019 ada 40 CoWorking yang akan dioperasikan CoHive.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X