Rumah "Berhantu" di Hong Kong Makin Diminati

Kompas.com - 21/06/2019, 15:00 WIB
ilustrasi Kota Hong Kong Shutterstockilustrasi Kota Hong Kong

KOMPAS.com - Masyarakat Hong Kong mulai meminati rumah-rumah yang dianggap "berhantu".

Harga properti di Hong Kong yang terus mengalami kenaikan membuat masyarakat setempat mempertimbangkan untuk membeli rumah-rumah ini.

Survei yang dilakukan REA GroupLtd seperti dilansir dari Bloomberg menyatakan lebih dari separuh responden mempertimbangkan untuk membeli apartemen yang "berhantu".

Bahkan 65 persen responden mengatakan, harga menjadi salah satu faktor utama.

"Harga properti masih sangat tinggi bagi sebagian besar orang yang tinggal di Hong Kong, sehingga banyak yang mulai mencari alternatif lain," ujar Country Manager REA Hong Kong, Kenneth Kent.

Di negara ini, rumah yang dulunya menjadi lokasi terjadinya kematian yang tidak alami dianggap berhantu.

Menurut Director di Centaline Property Agency Ltd, Perry Fong, apartemen yang menjadi lokasi pembunuhan, bunuh diri, dan kematian yang tidak disengaja biasanya dijual dengan harga 10 hingga 20 persen lebih murah.

Fong mengatakan, hal ini biasanya dianggap tabu di pasar properti lokal. Ini karena masyrakat setempat masih mempertimbangkan feng sui saat membeli rumah.

Hunian yang pernah menjadi lokasi terjadinya kematian dianggap memiliki feng sui yang buruk, sehingga sering diabaikan.

Sedangkan bagi para pembeli dari luar negeri yang cenderung tidak peduli, kebiasaan ini malah membuat mereka mendapatkan rumah dengan harga miring.

Harga properti di Hong Kong terus mengalami kenaikan sebelum sempat jatuh saat terjadinya perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X