Lippo Anggarkan Rp 100 Triliun Bangun 100.000 Hunian

Kompas.com - 21/06/2019, 09:06 WIB
Ilustrasi perumahan. Dok. Kementerian PUPRIlustrasi perumahan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Lippo Karawaci Tbk akan membangun 100.000 hunian terjangkau berupa apartemen dan rumah, dalam kurun enam tahun ke dapan.

Upaya ini dilakukan emiten properti berkode LPKR ini sebagai salah satu dukungan terhadap pemerintah dalam penyediaan hunian  bagi masyarakat.

CEO LPKR John Riady mengungkapkan, dibutuhkan sekitar Rp 100 triliun untuk mewujudkan seluruh rencana tersebut.

Baca juga: Akhir Juni, Lippo Bakal Terima Dana Segar Rp 11 Triliun

Untuk mendapatkan pendanaan, Lippo Karawaci akan menggandeng sejumlah private equity untuk membeli saham perseroan melalui right issue.

"Harapan kami ini dapat menjadi kontribusi dan mengambil bagian dari kebijakan pemerintah," ucap John di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Ia mengungkapkan, saat ini angka kebutuhan rumah atau backlog masih cukup besar, yaitu mencapai 7,6 juta unit.

Salah satu kendala dalam kepemilikannya yakni persoalan pendanaan. Karena itu, ia mengapresiasi, langkah pemerintah dalam memberikan sejumlah insentif kepada masyarakat dalam pembelian hunian.

John optimistis, target 100.000 hunian itu dapat tercapai sesuai waktu yang diharapkan. Sebab, proyek hunian terjangkau itu di dalamnya termasuk proyek Meikarta yang kini tengah diselesaikan LPKR.

Saat ini, sebut dia, 56 tower Meikarta akan diselesaikan pada tahap IA pembangunan. Jumlah tersebut ekuivalen 22.500 unit apartemen.

"100.000 itu seluruh dari proyek Lippo Karawaci Group, jadi ada Karawaci, Cikarang, Makassar," tuntasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X