Pendapatan Bersih Pollux Indonesia Naik 100 Persen

Kompas.com - 20/06/2019, 19:52 WIB
Ini merupakan RUPST pertama yang dilakukan Pollux setelah resmi menjadi perusahaan go public dan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada 11 Juli 2018 lalu. Dok Pollux Properti Indonesia Ini merupakan RUPST pertama yang dilakukan Pollux setelah resmi menjadi perusahaan go public dan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada 11 Juli 2018 lalu.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) membukukan penjualan Rp928 miliar atau meningkat 110 persen dibandingkan pada 2017 yang sebesar Rp441 miliar. Adapun laba bersih perseroan tersebut tercatat Rp229 miliar atau naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, yaitu Rp100 miliar.

Demikian dipaparkan Presiden Komisaris PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Po Sun Kok, pada rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ( RUPST) untuk tahun buku 2018 di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Po menjelaskan, pendapatan tersebut ditopang penjualan apartemen yang sebesar Rp594 miliar dan penjualan perkantoran sebesar Rp332 miliar. Adapun total asset yang dimiliki Pollux mencapai Rp4,9 triliun atau meningkat 48 persen dibanding pada 2017, yaitu Rp3,3 triliun.

"Memang, bukan hal mudah untuk bersaing di pasar kalau tidak dibarengi dengan strategi marketing yang baik. Ini menjadi fokus kami selama ini, yaitu mengeluarkan produk yang berbeda dengan pesaing dan lebih berupaya untuk menciptakan produk yang bisa memberikan nilai tambah," kata Po.

Sebagai catatan, ini merupakan RUPST pertama yang dilakukan Pollux setelah resmi menjadi perusahaan go public dan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada 11 Juli 2018 lalu.

Untuk tahun ini, Pollux mematok target marketing sales Rp1,98 triliun atau naik dua kali lipat dibanding 2018. Pendapatan tersebut berasal dari pengakuan pendapatan lanjutan atas booking sales yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya sampai tahun 2018 antara lain.

Adapun booking sales tersebut antara lain proyek Meisterstadt sebesar Rp801,8 miliar, Chadstone sebesar Rp511,3 miliar, Amarsvati sebesar Rp94,6 miliar, World Capital Tower sebesar Rp60,3 miliar, dan Gangnam District sebesar Rp48,1 miliar.

Sedangkan pendapatan atas penjualan baru yang terjadi pada 2019 berasal dari proyek Chadstone sebesar Rp176,7 miliar, World Capital Tower sebesar Rp133,2 miliar, Meisterstadt sebesar Rp85,1 miliar, Amarsvati sebesar Rp47,7 miliar dan Gangnam District sebesar Rp18,3 miliar.

Selain itu, POLL juga berniat mengerek pendapatan berulang (recurring income) dari beberapa proyek, di antaranya dua proyek mal di Cikarang dan Batam tahun ini.

"Kami ingin recurring income itu bisa tumbuh di kisaran 20 sampai 30 persen. Kalau untuk jangka panjang, kami menargetkan porsi recurring income sampai mencapai 50 persen," tambah Po.

Saat ini Pollux memiliki cadangan lahan di beberapa lokasi seperti di CBD Jakarta dengan luas 1,3 hektar dan beberapa lokasi di Jawa Barat seluas 66,1 hektar.

Selain meluncurkan produk baru, perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar lebih dari Rp15,39 triliun (31 Desember 2018) ini juga terus menggenjot pembangunan agar penyelesaiannya bisa tepat waktu, sebagai salah satu langkah meningkatkan penjualan.

Sampai kuartal pertama 2019 misalnya, sejumlah proyek telah dirampungkan pembangunannya, seperti tower A1 dan A2 Meisterstadt Batam, mal Chadstone Cikarang dan Gangnam District Bekasi. Tak kurang, sebesar Rp1,7 triliun dana segar telah dipersiapkan Perseroan untuk belanja modal (Capex) hingga akhir 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X