Pemerintah Perbaiki Akses Jalan di Sulawesi Tenggara

Kompas.com - 18/06/2019, 20:37 WIB
Jembatan WoimendaaDok. Kementerian PUPR Jembatan Woimendaa

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Sulawesi Tenggara, memperbaiki Jembatan Asera yang berada di Kecamatan Asera Konut.

Perbaikan selesai dilakukan pada Senin (17/6/2019) sehingga akses jalan dari Kabupaten Konawe Utara (Konut) di Sulawesi Tenggara menuju Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) dapat dilalui masyarakat. 

Baca juga: Pasca-banjir, Pemerintah Perbaiki Jembatan Sulawesi Tenggara

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (18/6/2019), Kepala BPJN XXI Kendari Yohanis Tulak Todingrara mengatakan perbaikan dilakukan dengan memasang Jembatan Bailey sepanjang 30 meter.

Jembatan AseraDok. Kementerian PUPR Jembatan Asera
Yohanis menambahkan, kapasitas beban maksimal jembatan bailey tersebut sebesar 8 ton dan saat ini bisa dilewati 4 kendaraan roda empat satu arah secara bergantian.

Jembatan lain yang sudah selesai diperbaiki adalah Jembatan Rahabangga di Desa Uepai, Kabupaten Konawe.

Sebelumnya banjir mengakibatkan tergerusnya oprit jembatan, sehingga mengakibatkan terputusnya jalur lalu lintas antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Jalan Trans Sulawesi Tenggara menuju Sulawesi Selatan).

Sedangkan Jembatan Woimendaa sepanjang 50,2 meter di Kabupaten Kolaka saat ini masih diperbaiki. Oprit dan abutment Jembatan Woimendaa tergerus debris banjir.

Sejak saat itu, alat berat sudah didatangkan untuk menimbun oprit dan melakukan perbaikan abutment.

Selain itu dilakukan pula penimbunan turap dari batang pohon kelapa yang telah terpasang menggunakan Tasirtu untuk melindungi oprit Jembatan Woimendaa dan normalisasi daerah aliran sungai.

Jembatan RahabanggaDok.. Kementerian PUPR Jembatan Rahabangga
Adapun kondisi Jembatan Baeni II di ruas Wawatobi (Bts. Unaaha)-Pohara yang sebelumnya tidak bisa dilalui akibat genangan air, kini sudah mulai surut dan sudah bisa dilalui kendaraan.

Tak hanya jembatan, perbaikan juga terus dilakukan di beberpa ruas jalan yang rusak karena tertutup longsor seperti di ruas jalan Asera-Andowia (KM 120) dan Rate-rate ke Kolaka di KM 122.

"Masih tersisa beberapa titik atau lokasi ruas jalan yang masih tergenang air baik di Ruas Kendari-Bts Sulteng (2 titik banjir banjir)," uja Yohanis.

Ruas lain yang masih tergenang adalah Kendari-Kolaka yakni sebanyak 3 titik banjir. Di ruas jalan tini, sudah dioperasikan secara fungsional.

"Saat ini tim Balai PJN XXI Kendari tetap melanjutkan pekerjaan tanggap darurat, pembersihan longsoran dan endapan, inventarisasi kerusakan dampak Bencana Banjir," ucap Yohanis.

Selain itu, Kementerian PUPR juga telah melakukan mobilisasi rangka Jembatan Bailey yang ada gudang peralatan di Citeureup, Bogor untuk dikirimkan ke Sultra.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X