Pasca-banjir, Pemerintah Perbaiki Jembatan Sulawesi Tenggara

Kompas.com - 17/06/2019, 22:56 WIB
Perbaikan dilakukan di empat jembatan yang rusak yakni Jembatan Asera atau Lasolo, Woimendaa, Baeni II, dan Rahabangga.
Dok. Kementerian PUPR Perbaikan dilakukan di empat jembatan yang rusak yakni Jembatan Asera atau Lasolo, Woimendaa, Baeni II, dan Rahabangga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak awal Juni 2019 menggenangi sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Akibatnya, fasilitas umum seperti jalan dan jembatan rusak. Rumah warga pun tak luput dari terjangan banjir.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penanganan tanggap darurat pasca-bencana banjir, seperti perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak serta pembersihan kota.

Perbaikan dilakukan di empat jembatan yang rusak yakni Jembatan Asera atau Lasolo, Woimendaa, Baeni II, dan Rahabangga.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Sultra Yohanis Tulak Todingrara mengatakan saat ini tengah dilakukan penanganan sementara Jembatan Asera dan Rahabangga yang mengalami kerusakan pada opritnya.

Yohanis melanjutkan, penanganan sementara yang dilakukan berupa pemasangan Jembatan Bailey sepanjang 30 meter.

"Kapasitas beban maksimal jembatan bailey 8 ton atau bisa dilewati 4 kendaraan roda empat satu arah,” kata Yohanis dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (17/6/2019).

Kemudian upaya penanganan bersifat permanen yang akan dilakukan mulai dari penggantian jembatan, penambahan panjang jembatan, perbaikan alinyemen horisontal atau elevasi muka jalan, pembuatan cross drain, perkuatan abutmen jembatan, dan normalisasi sungai.

Upaya tanggap bencana lain yang dilakukan adalah menyediakan prasarana dan sarana air bersih serta sanitasi.

Secara bertahap, bantuan yang disalurkan berupa 4 unit Mobil Tangki Air, 1 unit mobil toilet, 20 unit WC knockdown, 20 unit Hidran Umum (HU).

Adapula 20 unit pondasi hidran umum dan satu unit IPA sistem mobile yang berfungsi untuk menyaring air banjir/sungai menjadi bersih dan layak pakai.

Seluruh peralatan didistribusikan ke tiga wilayah terdampak banjir, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Konawe Utara.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X