Pacific Paint-Pesantren Sirnarasa Kembangkan Wisata Religi

Kompas.com - 13/06/2019, 18:12 WIB
Salah satu mural yang berada di Pesantren Sirnarasa, Ciamis, Jawa Barat.Kompas.com / Dani Prabowo Salah satu mural yang berada di Pesantren Sirnarasa, Ciamis, Jawa Barat.

CIAMIS, KOMPAS.com - Dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran wisata religi tumbuh pesat di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Hal itulah yang kemudian turut membuat Pacific Paint ingin mengembangkan konsep serupa dengan menggandeng Pesantren Sirnarasa yang berada di Ciamis, Jawa Barat.

"Orang taunya kalau wisata religi itu ziarah ke makam, di sini kan memang pesantren. Jadi kita ingin menggabungkan aspek lainnya sebagai aspek wisata," ucap Head of Marketing Pacific Paint, Ricky Soesanto.

Dipilihnya Pesantren Sirnarasa bukan tanpa alasan. Ponpes yang dikelola Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al Qodri QS atau lebih akrab disapa Abah Aos ini memiliki nilai sejarah tersendiri.

Head of Marketing Pacific Paint, Ricky Soesanto.Kompas.com / Dani Prabowo Head of Marketing Pacific Paint, Ricky Soesanto.

"Kalau kenal ulama Jawa Barat, Abah Anom, pendiri Pesantren Suryalaya, Abah Aos ini adalah penerus Abah Anom. Jadi unsur budaya dan historinya sudah mengakar di Jabar," ucapnya.

Aspek lain yang dimaksud Ricky yakni menghadirkan pusat kuliner halal, mural-mural islami yang bersifat edukasi, hingga wisata fotografi di sekitar pesantren yang memberikan nilai leisure bagi setiap pengunjung.

Untuk tahap pertama, dukungan yang diberikan berupa pengecatan asrama putra dan putri, madrasah aliyah, dan sekolah dakwah yang kini tengah dibangun di area pesantren.

"Mungkin hampir 3.000 liter yang kita salurkan. Tapi karena ini progresif tentu akan ada lanjutannya. Kebetulan baru selesai ramadhan dan ada festival religi sekaligus peresmian revitalisasi," imbuhnya.

Salah satu mural di Pesantren Sirnarasa, Ciamis, Jawa Barat.Kompas.com / Dani Prabowo Salah satu mural di Pesantren Sirnarasa, Ciamis, Jawa Barat.

Pengasuh Pesantren Sirnarasa Dadang Mulyawan menuturkan, tak kurang dari 120 ribu jamaah yang datang ke ponpes ini setiap tahunnya.

Hal inilah yang kemudian mendorong pengurus ponpes untuk mengembangkan potensi yang ada di ponpes ini.

Terlebih dari 25 hektar luas area ponpes yang dimiliki, baru 7 hektar di antaranya yang telah dikembangkan.

"Kami sedang membangun sebuah konsep wisata alam. Ada destinasi wisatanya. Dan dengan wisata religi, orang-orang yang datang dari berbagai wilayah nusantara mereka bisa berwisata dengan penekanan yang diberikan dari Abah (Aos) berupa dzikir untuk memberikan ketentraman dan ketenangan," tuntasnya.




Close Ads X