SPS Group Kejar Target 15.000 Unit Rumah Subsidi

Kompas.com - 01/06/2019, 17:55 WIB
Ilustrasi rumah subsidi. KOMPAS.com / DANI PRABOWOIlustrasi rumah subsidi.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sri Pertiwi Rejeki (SPS Group) masih akan fokus mengembangkan proyek rumah murah untuk kalangan menengah bawah atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hingga saat ini sebagian besar lokasi proyek SPS berada di Cikarang, Bekasi, hingga Karawang, Subang, dan segera menyusul di Purwakarta.

"Semuanya di Jawa Barat. Kami juga fokus untuk pengembangan rumah murah di kawasan-kawasan industri yang memiliki basis pasar dari kalangan pekerja industri tersebut," kata Asmat Amin, CEO SPS Group, kepada kalangan media saat acara buka puasa bersama di Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Menurut Amin, fokus upaya SPS tersebut tak lepas dari kebutuhan pasarnya yang sangat besar dan gampang cara menghitungnya. Merujuk pada angka GDP per kapita, lanjut Amin, mayoritas penghasilan penduduk Indonesia sebesar 3.700 dollar AS per tahun atau bila dibagi per bulan rata-rata Rp3,8 juta.

"Kalau angkanya segini, artinya rata-rata kemampuan mencicil penduduk Indonesia itu berkisar Rp1,2 juta-Rp1,3 juta per bulan. Itu kan segmen untuk rumah subsidi dan subsidi plus, makanya kita fokus di pasar ini," papar Amin.

Menurut dia, rumah murah juga tidak mengenal istilah lesu, mengingat rumah murah masih tergolong kebutuhan utama. Untuk itu SPS fokus pada pengembangan rumah murah di kawasan industri yang memiliki basis pasar kalangan pekerja industri tersebut.

Pada 2018 lalu SPS berhasil mengembangkan sebanyak 12 ribu unit rumah dan kerap melakukan akad masal hingga ribuan unit sekaligus dengan Bank BTN untuk proyek di Grand Cikarang City 2, Grand Vista Cikarang, Vila Kencana Karawang, dan Grand Subang Residence.

"Untuk itu, kami aktif menjalin kerja sama dengan banyak pihak, seperti BTN yang menjadi mitra utama untuk pembiayaan. Kami juga sudah menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memperlancar pemasaran rumah. Pemasaran ke berbagai industri yang memiliki karyawan besar juga kami lakukan untuk membukukan penjualan borongan atau bulk sales," ucap Amin.

Amin memaparkan, tahun ini SPS menargetkan penjualan lebih tinggi, yakni 15.000 unit. Andalan pengembang ini adalah proyek Grand Cikarang City 2 (280 hektar).

Hingga saat ini cadangan tanah yang sudah dimiliki SPS sekitar 1.000 hektar dan 70 persennya ada di Cikarang, sisanya di Karawang, Subang, dan Purwakarta. Amin optimistis pengembangan rumah subsidi akan semakin baik, terlebih dengan sudah diberlakukannya harga patokan baru untuk rumah bersubsidi per Mei 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X