Usai Pemilu, Tren Pencarian Rumah Meningkat

Kompas.com - 31/05/2019, 21:41 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Tren pencarian rumah pasca pemilihan umum (pemilu) di portal properti Lamudi Indonesia meningkat 15 persen. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung portal properti dengan kata kunci “rumah dijual” sepanjang bulan April.

Sedianya, tren pencarian ini sempat mengalami penurunan pada awal minggu pertama April. Puncaknya pada tanggal 17 April saat pemilihan umum legislatif dan presiden berlangsung.

Namun setelah pemilu selesai, tren pencarian langsung meningkat tajam, bahkan lebih tinggi jika dibandingkan bulan Maret.

Menariknya lagi, sepanjang bulan April ini jumlah pengiklan properti juga ikut meningkat, yakni sebesar 17 persen jika dibandingkan pada periode Maret. Mayoritas pengunjung mengiklankan jenis properti rumah.

Baca juga: Inspirasi Desain Rumah 20 Meter Persegi

Menurut Commercial Director Lamudi Yoga Priyautama, meningkatnya tren pencarian rumah ini bisa dijadikan salah satu tolak ukur bahwa kepercayaan pembeli properti terutama para investor sudah mulai membaik, setelah aksi “wait and see”.

“Investasi properti pada tahun politik memang dinilai harus hati-hati, karena pada periode ini perekonomian akan sangat rentan, ditambah dengan adanya potensi goncangan dari luar yang dapat berpotensi membawa pelemahan terhadap kondisi pemerintahan,” jelas Yoga dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (31/5/2019).

Tren pencarian rumah menggunakan portal properti saat ini sedang menjadi tren karena dianggap lebih mudah dan praktis.

Dengan menggunakan portal properti, para pencari rumah tidak perlu repot-repot datang ke acara pameran, mereka hanya duduk di depan laptop atau menggunakan gawai maka bisa menemukan hunian idaman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X