4 Juni, Harga Rumah Subsidi Naik

Kompas.com - 28/05/2019, 15:42 WIB
Ilustrasi rumah subsidi. KOMPAS.com / DANI PRABOWOIlustrasi rumah subsidi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menerbitkan kebijakan kenaikan batas harga jual rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang dibebaskan dari pajak pertambahan nilai (PPN) untuk tahun 2019 dan 2020.

Kebijakan itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81/PMK.010/2019 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan Pelajar, serta Perumahan Lainnya, yang Atas Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. Peraturan tersebut telah diterbitkan pada 20 Mei 2019.

Tujuan dari PMK itu antara lain untuk mendukung program pemerintah mewujudkan tersedianya perumahan yang terjangkau oleh masyarakat lapiasan bawah dan memberikan kesempatan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

Hal itu dilakukan dengan pertimbangan naiknya harga tanah dan bangunan serta usulan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sehingga perlu dilakukan penyesuaian mengenai batasan harga rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang bisa dibebaskan dari PPN.

“Harga baru di PMK itu sesuai usulan, enggak ada perubahan. Dengan keluarnya PMK ini, pengembang tidak ada alasan lagi bertanya kenapa enggak maju-maju,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat dijumpai di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Dia pun berharap PMK ini bisa membantu untuk mempercepat pemenuhan target Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah sejak 2015 dan terus berjalan hingga tahun ini.

“Dengan ini, pencapaian Program Sejuta Rumah bisa lebih cepat lagi,” imbuhnya.

Dalam PMK itu disebutkan rumah umum, maksudnya adalah rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang luas bangunannya tidak lebih dari 36 meter persegi dan luas tanahnya tidak kurang dari 60 meter persegi.

Harga jualnya pun tidak lebih dari batasan harga jual dalam PMK ini. Rumah itu juga merupakan rumah pertama milik pribadi MBR yang digunakan sendiri sebagai tempat tinggal, dan tidak dipindahtangankan dalam empat tahun sejak dimiliki.

Sedangkan perolehannya bisa dilakukan secara tunai dan kredit, baik yang bersubsidi maupun tidak bersubsidi, ataupun melalui pembiayaan syariah.

Adapun batasan harga jual rumah yang ditentukan dalam PMK ini berlaku setelah 15 hari sejak tanggal diundangkan atau mulai 4 Juni hingga 31 Desember 2019.

Sementara untuk tahun 2020, peraturannya berlaku mulai tanggal 1 Januari 2020 sampai 31 Desember 2020.

Berikut ini daftar batasan harga jual rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang dibebaskan dari PPN sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81/PMK.010/2019:

Zona 2019 2020
Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), dan Sumatera (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai) Rp 140.000.000 Rp 150.500.000
Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Mahakam Ulu) Rp 153.000.000 Rp 164.500.000
Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas) Rp  146.000.000 Rp 156.500.000
Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Kepulauan Anambas dan Murung Raya, Kabupaten Mahakam Ulu Rp 158.000.000 Rp 168.000.000
Papua dan Papua Barat Rp 212.000.000 Rp 219.000.000



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Konstruksi
Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X