360 Rumah Korban Tsunami Lampung Selatan Diperbaiki Melalui BSPS

Kompas.com - 28/05/2019, 12:00 WIB
Rumah warga di Lampung Selatan yang menerima bantuan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).Kementerian PUPR Rumah warga di Lampung Selatan yang menerima bantuan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menyalurkan bantuan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan istilah bedah rumah.  

Bantuan yang baru saja diberikan yaitu perbaikan terhadap 360 rumah yang terkena dampak bencana tsunami pada Desember 2018.

Sebanyak 55 rumah di antaranya berada di Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengharapkan program BSPS bisa memberikan pengaruh positif bagi warga korban bencana tsunami di Lampung Selatan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca juga: Rumah Tsunami, Rangka Baja dan Tulang Beton!

“Bantuan bedah rumah tersebut merupakan bagian dari program BSPS yang disalurkan untuk 360 unit rumah di Kabupaten Lampung Selatan yang tersebar di dua kecamatan dan 12 desa atau kelurahan,” ujar Khalawi dalam keterangan tertulis, Selasa (28/5/2019).

Pada 2019, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 78,75 miliar untuk meningkatkan kualitas 4.500 rumah di Provinsi Lampung melalui program BSPS.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat meninjau program BSPS di Lampung Selatan.Kementerian PUPR Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat meninjau program BSPS di Lampung Selatan.

Khalawi menambahkan, pemerintah tidak memberikan bantuan dalam berbentuk uang tunai dalam program BSPS, tetapi berupa bahan bangunan.

Pelaksanaannya dikerjakan oleh masyarakat melalui pembentukan kelompok untuk memperbaiki atau membangun rumah secara gotong royong.

“Nantinya tukang yang mengerjakan juga bisa diberikan upah jika memang diperlukan. Dengan demikian, mereka tidak terbebani untuk mengeluarkan biaya untuk upah kerja tukang,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, program BSPS di Provinsi Lampung merupakan bagian dari program nasional BSPS pada 2019 yang ditargetkan mampu menjangkau 206.500 rumah tidak layak huni melalui dua kegiatan, yakni peningkatan kualitas 198.500 rumah dan pembangunan 8.000 rumah baru.

Adapun total anggaran program rumah swadaya dalam APBN 2019 yaitu Rp 4,28 triliun.




Close Ads X