Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Astra Infra Bidik Jalan Tol Potensial untuk Diakuisisi

Kompas.com, 21 Mei 2019, 04:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Astra Infra Group, sayap bisnis infrastruktur raksasa PT Astra International Tbk, akan membidik aset-aset jalan tol eksisting yang potensial dan layak diakuisisi.

Hal ini menyusul pengambilalihan 44,5 persen saham PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM), pemegang konsesi Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sepanjang 36,3 kilometer.

Akuisisi saham tersebut ditandai dengan penandatanganan jual beli saham JSM dari PT Moeladi sebesar 24,2 persen dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 20,3 persen.

Dengan selesainya proses akuisisi ini, ASTRA Infra kini memiliki 44,5 persen saham JSM, sedangkan selebihnya 55,5 persen dimiliki oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Menjawab Kompas.com, Group CEO Astra Infra Djap Tet Fa mengatakan perusahaan punya keinginan untuk mengejar target kelolaan 500 kilometer jalan tol dengan melakukan ekspansi melalui monitoring aset-aset berpotensi.

Aset-aset jalan tol yang dibidik tersebut, masih di sepanjang Tol Trans Jawa. Menurut Djap, ada beberapa ruas yang berpotensi dilepas oleh pemiliknya.

Baca juga: Resta Pendopo 456, Rest Area Termegah Tol Trans-Jawa Resmi Dibangun

"Namun, sebelum itu, kami masih fokus pada aset yang sudah kami kuasai. Memperbaiki, membuat aset ini bagus secara operasional. Tapi intinya, kami open for new possibility," tutur Djap, di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Ketika disinggung, apakah ruas-ruas tol yang diincar tersebut termasuk enam aset milik PT Waskita Toll Road, Djap hanya mengatakan dengan singkat, "Nanti kita lihat".

Yang jelas, saat ini Astra Infra masih fokus di Tol Trans Jawa sepanjang 338,6 kilometer, dan Tol Non-Trans Jawa, karena kondisi transportasinya paling siap, lebih memadai ketimbang wilayah lain.

Artinya, kebutuhan masyarakat terhadap akses dan konektivitas juga paling banyak. Selain itu, kata Djap, dari sisi populasi juga paling banyak yakni 150 juta orang.

Sementara untuk tol prakarsa, Astra Infra belum akan mengajukan proposal baru. Sejalan dengan fokus perusahaan pada jaringan tol yang bersifat brown field. 

Kendati pun, sebelumnya Astra Infra sudah memiliki pengalaman dalam hal pembebasan lahan, konstruksi, serta mengoperasikan, seperti Tol Jombang-Mojokerto, Tol Kunciran-Serpong yang berkolaborasi dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

"Sama halnya dengan akuisisi, skema brown field-pun harus dikaji fisibilitasnya (kelayakannya). Karena setiap ruas memiliki karakteristik berbeda-beda," tambah Djap.

Astra Infra Solution

Adapun dalam bisnis pelayanan yang menunjang kegiatan operasional tol, yakni Astra Infra Solution (AIS), akan menangani Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). 

Halaman:


Terkini Lainnya
Nama di Sertifikat Tanah Salah? Konsultasikan lewat Mobil Layanan BPN
Nama di Sertifikat Tanah Salah? Konsultasikan lewat Mobil Layanan BPN
Berita
Industri dan Konser Menyelamatkan Jakarta di Tengah Pelemahan Rupiah
Industri dan Konser Menyelamatkan Jakarta di Tengah Pelemahan Rupiah
Berita
Sempat Ditawarkan Rp 1,5 Triliun, Rumah Michael Jackson Terjual Rp 300 Miliar
Sempat Ditawarkan Rp 1,5 Triliun, Rumah Michael Jackson Terjual Rp 300 Miliar
Arsitektur
Alasan Kebanyakan Gagang Palu Dibuat dari Kayu dan Plastik, Bukan Besi
Alasan Kebanyakan Gagang Palu Dibuat dari Kayu dan Plastik, Bukan Besi
Berita
Hujan Ekstrem Mengintai Jakarta, Pakar: Jangan Cuma Andalkan Sodetan KBT
Hujan Ekstrem Mengintai Jakarta, Pakar: Jangan Cuma Andalkan Sodetan KBT
Berita
Penghasilan Rp 900.000 Sebulan, Pemulung di Klender Terima Bantuan Bedah Rumah
Penghasilan Rp 900.000 Sebulan, Pemulung di Klender Terima Bantuan Bedah Rumah
Berita
Investasi Sektor Properti Tembus Rp 120,4 Triliun hingga September 2026
Investasi Sektor Properti Tembus Rp 120,4 Triliun hingga September 2026
Berita
Investasi Sektor Properti Tembus Rp 34,6 Triliun di Triwulan III 2026
Investasi Sektor Properti Tembus Rp 34,6 Triliun di Triwulan III 2026
Berita
Bukan Sekadar Hiasan, Ini Makna Wuwungan pada Rumah Tradisional Jawa
Bukan Sekadar Hiasan, Ini Makna Wuwungan pada Rumah Tradisional Jawa
Arsitektur
Ritel dan Hotel Melonjak, Recurring Income Pakuwon Tembus Rp 4,44 Triliun
Ritel dan Hotel Melonjak, Recurring Income Pakuwon Tembus Rp 4,44 Triliun
Berita
Penyaluran FLPP Capai 194.360 Unit hingga Oktober 2026, Total Rp 24,22 Triliun
Penyaluran FLPP Capai 194.360 Unit hingga Oktober 2026, Total Rp 24,22 Triliun
Berita
Tanah Warisan Masih Girik? Lurah Bisa Bantu Telusuri Riwayatnya
Tanah Warisan Masih Girik? Lurah Bisa Bantu Telusuri Riwayatnya
Tips Properti
Sebelum ke BPN, Pemilik Tanah Perlu Urus Dokumen Ini Lewat Lurah
Sebelum ke BPN, Pemilik Tanah Perlu Urus Dokumen Ini Lewat Lurah
Tips Properti
Mengenal Wuwungan, Hiasan Unik pada Atap Rumah Orang Jawa
Mengenal Wuwungan, Hiasan Unik pada Atap Rumah Orang Jawa
Arsitektur
Siapa Pemilik 3.116 Kilometer Jalan Tol Indonesia? Ini Petanya
Siapa Pemilik 3.116 Kilometer Jalan Tol Indonesia? Ini Petanya
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau