Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rehabilitasi 2.000 Sekolah Rampung 2019

Kompas.com - 20/05/2019, 23:47 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar merekonstruksi, dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan, olahraga, dan pasar di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar Kementerian PUPR Iwan Supriyanto mengatakan, tugas itu dilakukan sesuai amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sidang Kabinet Paripurna tanggal 18 Juli 2018.

"Sesuai amanat Presiden, kami ditugaskan merehabilitasi lebih kurang 10.000 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia," ujar Iwan saat ditemui di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 sekolah dan 300 madrasah yang menjadi prioritas untuk direhabilitasi dan akan selesai tahun ini.

Baca juga: Kini Siswa Sumbawa Bisa Belajar di Sekolah Tahan Gempa

Setelah itu, akan dilanjutkan pembangunan 41 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang sebelumnya mangkrak. Pembangunan itu ditargetkan rampung pada pertengahan 2020.

Adapun dana yang dikucurkan untuk pembangunan tersebut sebesar Rp 6,5 triliun yang diperoleh dari APBN.

"Anggaran untuk fasilitas pendidikan itu Rp 6,5 triliun untuk Kementerian PUPR," imbuh Iwan.

Kemudian, pembangunan juga dilakukan pada fasilitas olahraga dalam rangka Pekan Olahraga Nasional XX tahun 2020 di Papua untuk 4 venue, yaitu istora, akuatik, hoki, dan kriket, serta 9 pasar.

Anggaran yang disediakan untuk berbagai fasilitas itu sekitar Rp 1 triliun.

Untuk venue PON, tambah Iwan, pendanaan dan pengerjaannya dilakukan dengan skema tahun jamak dari tahun 2018 sampai 2020.

Dia menargetkan pembangunannya selesai maksimal pertengahan tahun depan.

"Untuk venue olahraga kita selesaikan paling lambat Juli 2020," ucapnya.

Kementerian PUPR sangat memperhatikan aspek kehati-hatian dalam menangani bangunan mangkrak. Karena itu, harus dilakukan audit teknis kelayakan bangunan, kajian terhadap struktur bangunan, dan perencanaan teknis atau review terhadap perencanaan sebelumnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bangkalan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bangkalan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Magetan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Magetan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pacitan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pacitan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lamongan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lamongan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Mutu Beton Tol MBZ Disebut di Bawah Standar, Begini Respons Jasa Marga

Mutu Beton Tol MBZ Disebut di Bawah Standar, Begini Respons Jasa Marga

Berita
Fitch dan Moody's Naikkan Rating Kredit Pakuwon Jadi BB+

Fitch dan Moody's Naikkan Rating Kredit Pakuwon Jadi BB+

Berita
Nih Tujuh Mal Terindah di Dunia, Ada yang Langit-langitnya Kaca Patri Luas

Nih Tujuh Mal Terindah di Dunia, Ada yang Langit-langitnya Kaca Patri Luas

Ritel
Pilih Tandon Air di Atas atau Bawah Tanah? Ini Plus Minusnya

Pilih Tandon Air di Atas atau Bawah Tanah? Ini Plus Minusnya

Tips
Ini Lima Negara Asal WNA Paling Banyak Incar Properti di Indonesia

Ini Lima Negara Asal WNA Paling Banyak Incar Properti di Indonesia

Berita
Tiga Kota Ini Paling Diminati WNA Saat Berburu Properti di Indonesia

Tiga Kota Ini Paling Diminati WNA Saat Berburu Properti di Indonesia

Berita
Tol Gilimanuk-Mengwi Dilelang Ulang, Basuki: Mudah-mudahan September Teken PPJT

Tol Gilimanuk-Mengwi Dilelang Ulang, Basuki: Mudah-mudahan September Teken PPJT

Berita
Antisipasi Perpindahan Ibu Kota, Jababeka Siapkan Konsep TOD City

Antisipasi Perpindahan Ibu Kota, Jababeka Siapkan Konsep TOD City

Hunian
Hakim Lakukan Pemeriksaan Setempat di Lahan Hotel Sultan

Hakim Lakukan Pemeriksaan Setempat di Lahan Hotel Sultan

Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com