Rehabilitasi 2.000 Sekolah Rampung 2019

Kompas.com - 20/05/2019, 23:47 WIB
Guru Sekolah Dasar Negeri 2 Ciwaringin, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/2/2017), melihat bangunan sekolah yang ambruk sejak sebulan lalu. Siswa kelas I dan II di sekolah itu terpaksa mengungsi belajar di madrasah karena kelas mereka ambruk.KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Guru Sekolah Dasar Negeri 2 Ciwaringin, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/2/2017), melihat bangunan sekolah yang ambruk sejak sebulan lalu. Siswa kelas I dan II di sekolah itu terpaksa mengungsi belajar di madrasah karena kelas mereka ambruk.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar merekonstruksi, dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan, olahraga, dan pasar di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar Kementerian PUPR Iwan Supriyanto mengatakan, tugas itu dilakukan sesuai amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sidang Kabinet Paripurna tanggal 18 Juli 2018.

"Sesuai amanat Presiden, kami ditugaskan merehabilitasi lebih kurang 10.000 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia," ujar Iwan saat ditemui di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 sekolah dan 300 madrasah yang menjadi prioritas untuk direhabilitasi dan akan selesai tahun ini.

Baca juga: Kini Siswa Sumbawa Bisa Belajar di Sekolah Tahan Gempa

Setelah itu, akan dilanjutkan pembangunan 41 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang sebelumnya mangkrak. Pembangunan itu ditargetkan rampung pada pertengahan 2020.

Adapun dana yang dikucurkan untuk pembangunan tersebut sebesar Rp 6,5 triliun yang diperoleh dari APBN.

"Anggaran untuk fasilitas pendidikan itu Rp 6,5 triliun untuk Kementerian PUPR," imbuh Iwan.

Kemudian, pembangunan juga dilakukan pada fasilitas olahraga dalam rangka Pekan Olahraga Nasional XX tahun 2020 di Papua untuk 4 venue, yaitu istora, akuatik, hoki, dan kriket, serta 9 pasar.

Anggaran yang disediakan untuk berbagai fasilitas itu sekitar Rp 1 triliun.

Untuk venue PON, tambah Iwan, pendanaan dan pengerjaannya dilakukan dengan skema tahun jamak dari tahun 2018 sampai 2020.

Dia menargetkan pembangunannya selesai maksimal pertengahan tahun depan.

"Untuk venue olahraga kita selesaikan paling lambat Juli 2020," ucapnya.

Kementerian PUPR sangat memperhatikan aspek kehati-hatian dalam menangani bangunan mangkrak. Karena itu, harus dilakukan audit teknis kelayakan bangunan, kajian terhadap struktur bangunan, dan perencanaan teknis atau review terhadap perencanaan sebelumnya.




Close Ads X