Lamudi Resmikan Kantor Baru di Pacific Place

Kompas.com - 16/05/2019, 23:48 WIB
Lamudi secara resmi menempati kantor baru di GoWork, pacific Place, Jakarta, Kamis (16/5/2019).Hilda B Alexander/Kompas.com Lamudi secara resmi menempati kantor baru di GoWork, pacific Place, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Platform properti daring, Lamudi Indonesia, secara resmi menempati kantor baru di GoWork, Pacific Place Lantai 1, Jakarta Pusat.

Seremoni peresmian kantor baru ini dilakukan pada Kamis (16/5/2019) oleh Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman. 

Lamudi yang merupakan inkubator dari Rocket Internet ini mengokupasi area seluas 600 meter persegi, dengan masa sewa dua tahun.

Dalam tinjauan lapangan yang berlangsung lebih kurang 15 menit, Mart menjelaskan, kantor barunya ini mengadopsi desain modern, kasual, dan semi fleksibel yang memungkinkan seluruh karyawan melakukan interaksi secara intensif.

Baca juga: Milenial Bergaji Rp 4 juta Bisa Punya Rumah, Simak Caranya!

"Kami punya chit chat room, dan ruang komunal yang bisa digunakan bersama. Namun, kami juga menghargai privasi karyawan dengan menyediakan phone room," jelas Mart menjawab Kompas.com.

Menurut Mart, hingga perjalanan usianya sejak 2013 lalu, Lamudi Indonesia terus mengalami pertumbuhan pendapatan (revenue) sebesar 300 persen pada 2018.

Perumbuhan juga terjadi pada segmen traffic hingga mencapai 1,5 juta pencari properti.

Dan sampai kuartal I-2019, Lamudi telah melayani lebih dari 10.000 UKM dan pengembang besar yang beroperasi di seluruh Indonesia. 

Pencapaian ini membuat Lamudi berencana menambah jumlah karyawan sebanyak 120 orang dengan batasan usia milenial.

Dengan strategi ini, Mart optimistis, Lamudi bisa menjadi pilihan utama para pencari properti, pengembang, investor maupun mitra kerja profesional lainnya.

Keyakinan Mart berangkat dari kondisi demografi dengan bonus kelas menengah yang kian tumbuh dan mengalami peningkatan pendapatan.

"Daya beli mereka cukup tinggi, terbukti, properti yang paling dicari adalah seharga Rp 500 juta hingga 1 miliar. Fenomena ini merupakan peralihan (shifting) dari tahun-tahun sebelumnya dengan harga properti lebih rendah," papar Mart.

Selain di Indonesia, Lamudi saat ini beroperasi di Mexico, dan Filipina. Keduanya, kata Mart, merupakan negara dengan pembangunan properti tak kalah masif. 

 

 

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X