Melepas Jebakan "Negara Berpenghasilan Menengah" (I)

Kompas.com - 14/05/2019, 11:48 WIB
Gerbang Tol Singosari di Jalan Tol Pandaan-Malang Dokumentasi Jasa MargaGerbang Tol Singosari di Jalan Tol Pandaan-Malang

Dengan resesi jangka panjang Brasil dan penurunan tingkat pertumbuhan China, konsep ini telah mendapatkan relevansi baru.

Agar dapat keluar dari jebakan berpenghasilan menengah, negara harus berubah dari ekonomi tiruan menjadi ekonomi inovatif. Harus terjadi transformasi pemerintah secara top-down, juga transformasi ekonomi perlu berkembang dari bawah, bottom-up, didasarkan pada potensi dasar akar rumput.

Transformasi semacam ini membutuhkan liberalisasi hambatan regulasi dan birokrasi yang menghambat aktivitas kewirausahaan selama ini.

Negara-negara yang tetap terjebak dalam jebakan berpendapatan menengah berarti negara tersebut belum berhasil mengubah strategi pembangunannya dari ekonomi akumulatif dan imitatif (tiruan) menjadi ekonomi kompetitif, berdasarkan pengembangan wirausaha, inovasi dan kreativitas.

Peniruan mentah-mentah teknologi dari negara maju hanya menghasilkan pengembalian tinggi ketika kesenjangan pendapatan masih lebar.

Namun ketika kesenjangan pendapatan semakin menipis imitasi menjadi kurang layak dan ekonomi yang seharusnya muncul adalah berinovasi berdasarkan potensi diri sendiri.

Pelabuhan SibolgaDok. Kementerian Perhubungan Pelabuhan Sibolga
Karena keuntungan dari hanya menyontek teknologi menghilang sesaat, lintasan pertumbuhan baru membutuhkan uji coba dan inovasi, yang menuntut keterampilan yang jauh lebih canggih daripada berproduksi rutin seperti sebelumnya.

Pada saat itulah kapitalisme negara, di negara ekonomi yang sedang berkembang perlu mendorong dan nenumbuhkan semangat kewirausahaan yang kuat, bila ingin ekonominya bertumbuh secara berkualitas.

Catatan di atas, menyisakan pekerjaan rumah susulan bagi Indonesia. Bisa dikatakan Indonesia masih harus melalui jalan panjang untuk mengejar ketertinggalan. Mungkin ini membutuhkan empat sampai  lima periode kepemimpinan pemerintah selanjutnya asalkan ada arah dan upaya yang berkelanjutan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X