Desain Ramah Lingkungan Atap Katedral Notre-Dame Diajukan

Kompas.com - 11/05/2019, 16:00 WIB
Desain berkonsep ramah lingkungan untuk Katedral Notre-Dame.Dezeen.com Desain berkonsep ramah lingkungan untuk Katedral Notre-Dame.

KOMPAS.com – Biro arsitek Vincent Callebaut yang berbasis di Paris, Perancis, mengajukan desain baru di bagian atap Katedral Notre-Dame.

Desain ini bisa menghasilkan energi sekaligus menjadi area untuk mengembangkan pertanian aquaponik.

Konsep desain dibuat dengan tujuan ingin mengubah gereja bersejarah menjadi bangunan ramah lingkungan yang bisa menghasilkan lebih banyak energi, serta mampu memproduksi 21 ton buah dan sayuran dalam setahun.

Rancangan ini dinilai akan memberi penampilan baru pada struktur bangunan bergaya Gothik untuk abad ke-21.

Baca juga: Gargoyle Notre Dame Bisa Dibuat Kembali dari Abu dan Puing-puingnya

"Besarnya api yang telah membakar katedral itu membangkitkan imajinasi kami dan menyuarakan krisis identitas gereja saat ini, sekaligus memberi tantangan untuk mengatasi masalah lingkungan yang kita hadapi akibat perubahan iklim," kata arsitek Vincent Callebaut, seperti dilansir Dezeen.com, Kamis (9/5/2019).

Konsep desain itu meliputi atap yang dibuat dari bahan balok kayu laminasi yang sebelumnya dipadatkan dengan bilah serat karbon, dan dijadikan puncak menara katedral yang menjulang tinggi.

Di antara balok kayu itu, terdapat elemen kaca berbentuk kristal yang mengandung lapisan terbuat dari karbon, hidrogen, nitrogen, dan oksigen. Lapisan itu mampu menyerap cahaya dan mengubahnya menjadi sumber energi.

"Katedral ini akan menjadi struktur bangunan dengan aspek lingkungan yang patut dicontoh, dan gereja ini menjadi pelopor dalam mempertahankan lingkungan yang berkualitas," ujarnya.

Desain konsep pertanian aquaponik di atap Katedral Notre-Dame.Dezeen.com Desain konsep pertanian aquaponik di atap Katedral Notre-Dame.
Di bawah atap akan dikembangkan konsep pertanian aquaponik dengan buah dan sayuran sebagai sumber makanan.

Hal ini sekaligus dapat didistribusikan di seluruh wilayah Paris. Ada pula kolam air yang berfungsi mengairi tanaman tersebut.

Menurut perhitungan Vincent Callebaut, setiap meter persegi area pertanian di atap Katedral Notre-Dame itu diperkirakan mampu menghasilkan 25 kilogram buah dan sayuran per tahun.

Hasil bercocok tanam itu juga bisa dijual ke pasar tradisional di sekitarnya.

Selain untuk pertanian, taman itu juga akan digunakan sebagai tempat melakukan kontemplasi bagi para pengunjung.

Persilangan atap akan dibiarkan terbuka sehingga memberi akses masuk cahaya alami matahari sebanyak-banyaknya secara leluasa ke dalam katedral.

Biro arsitek tersebut juga berpikir bahwa pengembangan proyek pertanian itu dapat menunjukkan contoh pengelolaan potensi rekayasa ekologi dan menjadi langkah antisipasi terhadap terjadinya kebakaran.

Bagi mereka, proyek ini mengandalkan konsep nilai-nilai ekonomi yang saling berhubungan, energi terbarukan, inovasi sosial, pertanian perkotaan, dan perlindungan keanekaragaman hayati, tanpa melupakan keindahan dan fungsi spiritual bangunan tersebut. 




Close Ads X