“Co-working Space” Menurut Generasi Milenial

Kompas.com - 11/05/2019, 14:00 WIB
Community Manager Novo Learning Indonesia Deris Nagara (tengah) saat peresmian co-working space JustCo di Jakarta, Rabu (8/5/2019).KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Community Manager Novo Learning Indonesia Deris Nagara (tengah) saat peresmian co-working space JustCo di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kehadiran co-working space (ruang kerja bersama) semakin menyebar ke berbagai kota besar di dunia, termasuk di Jakarta.

Salah satu target pasarnya adalah perusahaan rintisan digital (start-up), yang memungkinkan para pekerja profesional muda atau yang dikenal dengan generasi milenial menyalurkan kreativitasnya.

Community Manager Novo Learning Indonesia Deris Nagara mengatakan, perusahaannya membuat perangkat lunak atau aplikasi belajar Bahasa Inggris untuk pelajar dan mahasiswa.

Dia mengaku memilih berkantor di co-working space JustCo, Sequis Tower, salah satu gedung di kawasan SCBD Jakarta, karena lokasinya yang strategis di tengah kota, mudah dijangkau, dan tersedia berbagai fasilitas kerja yang dibutuhkan.

Baca juga: JustCo Resmikan Co-working Space Ketiga di Jakarta

“Ini prime location and building. Konsep dan bangunannya in line dengan prinsip dan value perusahaan kami. Salah satunya playful but trustworthy, young and energetic,” ujar Deris saat berbincang dengan Kompas.com di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Selain itu, menurut dia, suasana tempat kerja di co-working space yang nyaman membuat dia dan rekan-rekan kerja merasa seperti di rumah, tetapi bisa tetap bekerja secara produktif.

Pasalnya, generasi milenial sekarang ini membutuhkan lingkungan kerja yang santai dan tidak kaku seperti kantor pada umumnya.

Dari situlah mereka bisa mendapatkan ide-ide baru untuk mengembangkan produk bisnis yang mereka kerjakan.

“Kami butuh konsep kantor yang enak dipakai buat bekerja dan penyegaran diri, tetap bisa enjoy dan rileks. Dan di JustCo punya itu, kami suka dengan konsepnya,” imbuh Deris.

Perusahaannya kemudian menjalin hubungan yang baik dengan para pelajar dan mitra kerja, baik dari swasta maupun pemerintah.

Salah satunya yang kerja samanya tengah berlangsung adalah dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek dan Dikti) untuk pembelajaran kemampuan dasar berbahasa Inggris.

Oleh karena itu, Deris memerlukan tempat kerja di mana pada saat tertentu mereka bertemu untuk membahas tentang pekerjaan dan produk bisnis tanpa harus keluar dari kantor.

Dengan adanya co-working space ini, kebutuhan itu bisa terpenuhi karena tersedia ruang pertemuan.

“Ketika mereka (generasi milenial) ada di satu titik di mana banyak orang di sana, ada tenant dari perusahaan lain, mereka banyak belajar, maka akan mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya dan menghasilkan sesuatu yang baru. Jadi co-working space ini cocok milenial karena fleksibel, tempat, dan suasananya,” pungkasnya. 




Close Ads X