Basuki Sebut Investasi dari China Harus Diawasi Ketat

Kompas.com - 10/05/2019, 20:00 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Dok. Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan BUMN untuk mewaspadai investasi dari China.

Menurut KPK, perusahaan-perusahaan China kurang mengenal sistem tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Menanggapi hal ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku, kurang mengetahui maksud kewaspadaan yang digarisbawahi KPK.

Hanya, kalau terkait GCG, Basuki menilai, hal itu menjadi ranah Kementerian Keuangan.

"Biasanya kan kami hanya bagian kecil dari satu loan. Itu pun kami minta kalau kita sudah tender, pelaksanaannya kita kerasin," kata Basuki di kantornya, Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Dana China di Balik Proyek Raksasa Jazirah Arab

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, sejumlah proyek infrastruktur yang digarap Kementerian PUPR pada porsi viability gap fund (VGF) mengandalkan utang dari pemerintah China.

Misalnya, proyek Tol Solo-Kertosono, Tol Manado-Bitung, dan Tol Cisumdawu. Basuki mengaku, pekerjaan konstruksi untuk proyek yang mendapat pinjaman anggaran dari China perlu mendapatkan pengawasan lebih ketat untuk memastikan agar penyelesaian proyeknya dapat berjalan tepat waktu.

"Seperti di Manado-Bitung, dia yang kadang-kadang bayar kontraknya yang terlalu kecil, sehingga tidak bisa gerak. Kita harus cek di situ," ungkap Basuki.

Kondisi berbeda akan terlihat bila pinjaman diberikan dari Jepang. Menurut Basuki, Jepang lebih memiliki disiplin dan komitmen lebih tinggi dalam hal penyelesaian proyek.

Pemandangan tersebut setidaknya dapat terlihat dalam pelaksanaan pekerjaan proyek Moda Raya Terpadu (MRT).

"Kalau China ini kita harus ikut awasi secara lebih cepat. Kalau kami di lapangan pengawasannya bisa lebih cepat. Kalau Jepang dari segi kita, kita serahkan kepada Jepang, itu sudah beres," pungkas Basuki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X