Ini Rancangan Rumah yang Akan Dibangun di Mars

Kompas.com - 10/05/2019, 11:49 WIB
Rancangan rumah di Mars yang didesain oleh perusahaan AI SpaceFactory AI SpaceFactoryRancangan rumah di Mars yang didesain oleh perusahaan AI SpaceFactory

KOMPAS.com - NASA mengadakan kompetisi untuk merancang hunian di Mars. Kompetisi bertajuk 3D-Printed Habitat Challenge tersebut diikuti oleh perusahaa-perusahaan swasta.

Banyak di antaranya memberikan ide desain dan cara membangun rumah di luar angkasa. 

Baca juga: Seperti Apa Rumah di Planet Mars? Begini Tampilannya...

Dalam kompetisi ini, NASA memberikan syarat, rumah yang dibangun harus didirikan dengan teknik pencetakan tiga dimensi.

Lapisan pertama yang dicetak menggunakan mesin printer 3DAI SpaceFactory Lapisan pertama yang dicetak menggunakan mesin printer 3D
Selain itu, tujuan diadakannya kompetisi ini juga ingin memajukan teknologi konstruksi yang dapat membantu menciptakan solusi perumahan berkelanjutan di planet ini.

Akhirnya dari beberapa finalis, terpilihlah rancangan rumah karya AI SpaceFactory. Rumah pilihan NASA tersebut dapat dibangun dalam waktu 30 jam.

Mesin pencetak sedang mencetak lapisan-lapisan rumahAI SpaceFactory Mesin pencetak sedang mencetak lapisan-lapisan rumah
Bangunan karya AI SpaceFactory terbuat dari bahan material komposit. Material tersebut terbuat dari serat basaltik yang berpotensi dapat dikembangkan di Mars serta bioplastik dari zat tepung yang akan dikirim dari bumi.

Material tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mesin pencetak yang langsung mencetaknya ke dalam lapisan.

Untuk satu buah rumah, terdapat lebih dari 550 lapisan cetakan. Setiap la;isan memiliki ketebalan mulai dari 2,5 sentimeter hingga 7,6 sentimeter.

Hunian ini berfungsi sebagai tempat perlindungan dan aktivitas para astronot di MarsAI SpaceFactory Hunian ini berfungsi sebagai tempat perlindungan dan aktivitas para astronot di Mars
Rumah Mars ini merupakan struktur berbentuk telur setinggi empat meter. Rumah ini juga telah diuji coba agar bertahan dari cuaca ekstrem serta bertahan dalam tekanan.

CEO dan chief architect AI SpaceFactory, David Malott mengatakan, untuk mengirimkan dua alat tersebut ke Mars dibutuhkan dua buah mesin penjelajah.

Kedua alat tersebut dapat dipindah dengan menggunakan dua mesin penjelajah yang dikirim terlebih dahulu dari para astronot dalam sebuah roket.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X