Pengembangan Hunian Berbasis Transit di Jakarta Masih Tahap Awal

Kompas.com - 09/05/2019, 10:32 WIB
Ilustrasi apartemen. PIXABAY/paulbr75Ilustrasi apartemen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengakui, pengembangan hunian di dekat stasiun maupun terminal yang dalam beberapa waktu terakhir marak, belum dapat disebut sebagai pengembangan berbasis transit (TOD).

Hunian semacam ini banyak dikembangkan oleh perusahaan pelat merah, seperti di sekitar stasiun light  rail transit (LRT) maupun commuter line di sekitar Jakarta.

Menurut Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana, apa yang dilakukan perusahaan pelat merah tersebut hanyalah tahap awal pengembangan TOD.

"Kalau berbicara prinsip yang ideal tentang TOD, di kita belum terjadi," kata Dadang dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Baca juga: Menurut REI, Banyak Proyek Belum Layak Disebut TOD

Bila berbicara definisi, ia menjelaskan, TOD merupakan pembangunan kawasan hunian yang berorientasi pada simpul-simpul transportasi. Dalam hal ini, terdapat pengembangan kawasan inti dan juga kawasan plasma.

"Ini yang perlu disesuaikan. Namun demikian, pemerintah sudah memulai, tetapi tidak menggunakan istilah TOD. Sebab, ketika menggunakan istilah itu maka ada banyak aturan yang harus dipenuhi," ujar Dadang.

Oleh sebab itu, pemerintah menggunakan istilah hunian terintegrasi sistem transportasi publik seperti stasiun dan terminal.

Tak heran bila ada pengumuman ke publik terkait rencana groundbreaking hunian bertingkat, selalu disebut sebagai pembangunan terintegrasi stasiun atau terminal.

"Karena itu yang baru bisa kita lakukan. Dari pada kita mengkonsep TOD secara ideal, sambil jalan aturan kita kembangkan," kata dia.

Di samping itu, ia menuturkan, pengembangan TOD tentu tidak bisa hanya dilakukan pemerintah maupun perusahaan pelat merah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X