BPJT Pastikan Tarif Tol Bandara Naik Sebelum Lebaran 2019

Kompas.com - 07/05/2019, 23:07 WIB
Antrean kendaraan di Gerbang Tol Kapuk di Jalan Tol Prof Sedyatmo, Jumat (18/3/2016) siang. Antrean  terjadi akibat kendaraan dari arah Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Merak, baik yang menuju Slipi ataupun Grogol, berebut masuk pintu tol reguler yang letaknya ada di tengah gerbang tol. DIMAS WARADITYA NUGRAHA Antrean kendaraan di Gerbang Tol Kapuk di Jalan Tol Prof Sedyatmo, Jumat (18/3/2016) siang. Antrean terjadi akibat kendaraan dari arah Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Merak, baik yang menuju Slipi ataupun Grogol, berebut masuk pintu tol reguler yang letaknya ada di tengah gerbang tol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit memastikan kenaikan tarif Tol Sedyatmo atau dikenal sebagai Tol Bandara Soekarno-Hatta, berlaku sebelum Lebaran 2019.

Saat ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola, masih melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan tarif tersebut.

"Nah, kami menunggu laporan hasil sosialisasi. Kalau Jasa Marga sudah confident, kami segera minta mereka berlakukan sesuai usulan mereka. Kemungkinan sebelum Lebaran," ujar Danang kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Baca juga: Bola Panas Kenaikan Tarif Tol Bandara di Tangan Jasa Marga

Pada dasarnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah memberi izin kenaikan tarif Tol Bandara. Izin itu diberikan dengan alasan inflasi yang terjadi belakangan ini.

Jika hasil sosialisasi sudah selesai, BPJT membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyetujuinya.

Danang mengatakan, lamanya waktu proses kenaikan tarif Tol Sedyatmo karena harus mempertimbangkan perkembangan yang terjadi di sekitar tol tersebut.

Sebab, tol itu tidak hanya digunakan untuk ke bandara, tetapi juga untuk aktivitas perekonomian di wilayah sekitarnya.

Dengan begitu, tol ke bandara bukan hanya untuk lalu lintas orang, melainkan juga transportasi logistik.

"Kawasan sekitarnya berkembng karena land use kiri kanan sudah berubah. Ada ruko dan perkantoran. Jadi polanya berubah, termasuk untuk angkutan barang," papar Danang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X