Restorasi Notre Dame, Macron Diminta Dengarkan Ahli

Kompas.com - 04/05/2019, 16:24 WIB
Api membakar bagian atas Gereja Notre Dame di Paris, Perancis, pada Senin (15/4/2019). Belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu, api dengan cepat melalap atap dan puncak menara gereja bernuansa Gotik yang dibangun pada abad ke-12 itu. AFP/GEOFFROY VAN DER HASSELTApi membakar bagian atas Gereja Notre Dame di Paris, Perancis, pada Senin (15/4/2019). Belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu, api dengan cepat melalap atap dan puncak menara gereja bernuansa Gotik yang dibangun pada abad ke-12 itu.

KOMPAS.com - Lebih dari 1.000 arsitek dan pakar sejarah meminta Presiden Perancis, Emmanuel Macron, mempertimbangkan kembali rencana percepatan pemulihan menara Katedral Notre Dame sebelum Olimpiade 2024.

Mantan Direktur Museum Seni Metropolitan Philippe de Montebello adalah satu dari 1.170 ahli yang telah menandatangani petisi yang menyerukan agar rekonstruksi menara tidak dilaksanakan secara tergesa-gesa.

"Mari kita luangkan waktu untuk menemukan jalan yang benar dan kemudian, ya, tentukan tenggat waktu yang ambisius untuk pemulihan," demikian petisi tersebut.

"Janganlah kita menghapus kerumitan pemikiran yang harus mengelilingi situs ini di belakang tampilan efisiensi," imbuh petisi itu.

Baca juga: Desain Rekonstruksi Katedral Notre Dame Disayembarakan

Surat kabar Perancis, Le Figaro, bahkan menerbitkan surat terbuka kepada Presiden yang ditandatangani oleh pakar arsitektur, seni, dan benda peninggalan, termasuk Presiden Asosiasi Arsitek Rémi Desalbres dan Administrator Umum Museum Louvre, Wanda Diebolt.

Setelah Notre Dame mengalami kebakaran serius bulan lalu, yang menyebabkan puncak menara runtuh bersama dengan sebagian besar atapnya, dalam sebuah wawancara Macron berjanji akan memulihkan katedral hanya dalam kurun lima tahun.

Harus dengarkan pendapat ahli

Di dalam petisi yang turut ditandatangani oleh para pakar arsitektur abad pertengahan itu, para pakar berharap agar Macron dapat mendengarkan pendapat para ahli.

Rekonstruksi Notre Dame dinilai bukan hanya bicara soal kecepatan. Lebih dari itu, ini merupakan sebuah maha karya besar yang sensitif, sehingga memerlukan kajian yang cukup sebelum memulainya.

Baca juga: Warganet Desak Pemerintah Perancis Jauhkan Arsitek dari Notre Dame

"Mari kita luangkan waktu untuk mendiagnosis. Eksekutif tidak dapat melakukannya tanpa mendengarkan para ahli," bunyi petisi tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X