Mau Dandani Rumah Tapi Budget Pas-pasan? Ini Tipsnya...

Kompas.com - 01/05/2019, 12:00 WIB
Warna-warna tanah dikombinasikan dengan perlengkapan rumah berwarna putih dan kelabu.Dekoruma Warna-warna tanah dikombinasikan dengan perlengkapan rumah berwarna putih dan kelabu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Keterbatasan finansial sering kali menjadi kendala yang dialami pemilik rumah baru dengan penghasilan pas-pasan, dalam merancang desain interior dan menentukan furnitur sesuai kantong.

Terutama untuk keluarga mandiri, baik pasangan yang baru menikah atau keluarga kecil. Mandiri di sini adalah mereka yang benar-benar membeli atau membangun hunian tanpa bantuan orang tua.

"Tapi kalau yang bayarin orang tuanya, itu sih budget-nya bisa suka-suka ya," ucap CEO Dekoruma Dimas Harry Priawan menjawab Kompas.com di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Lantas, apa yang harus diperhatikan bagi mereka yang ingin mendesain interior dengan anggaran pas-pasan?

Baca juga: Buka Galeri Perdana, Dekoruma Tawarkan Diskon Jasa Interior

Dimas menyarankan calon pelanggan memperhatikan fungsi dari furnitur yang hendak dibeli. Misalnya dalam membeli sofa, kasur atau kitchen set.

Model Sofa L sangat pas digunakan untuk ruang tamu dengan luas yang terbatas.Dekoruma.com Model Sofa L sangat pas digunakan untuk ruang tamu dengan luas yang terbatas.
Perlu diperhatikan apakah furnitur tersebut bersifat sementara atau permanen. Sebab, jika kecenderungan sering berpindah-pindah lokasi kerja akibat dinas, Dimas menyarankan, untuk membeli barang yang mudah dibawa ke mana-mana.

"Jangan spent terlalu banyak. Sayang," kata dia.

Membeli furnitur tidak sama seperti membeli pakaian. Dari sisi harga, sudah jelas furnitur dibanderol dengan harga mahal bagi mereka yang berdompet tipis.

Selain itu, furnitur tidak dapat dipindahkan dengan mudah. Kalau pun hendak dipindahkan, membutuhkan upaya dan biaya yang tidak sedikit.

"Kalau sudah dipasang, mau diganti agak ribet," sambung dia.

Pilih sofabed yang bisa dengan mudah dibuka dan dilipat kembali.Dekoruma.com Pilih sofabed yang bisa dengan mudah dibuka dan dilipat kembali.
Terakhir, perhatikan fungsi dari setiap furnitur. Menurut Dimas, model dan desain sering kali menjadi pertimbangan pertama konsumen dalam memilih furnitur.

Padahal, bila material furnitur yang dipilih disubtitusi dengan material lain, hasilnya juga tak kalah menarik.

Misalnya ketika membeli sebuah meja. Orang cenderung memilih material vinyl atau kayu jati karena tampilannya yang lebih menarik.

Namun, harga material tersebut bisa dua kali lipat dibandingkan kayu laminasi yang terbuat dari plastik polimer.

"Cuma kalau mau tampilannya kayu, tapi kayu mahal. Jadi sebenarnya ada opsinya. Itulah indahnya interior cuma lebih murah," tuntasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X