53 Pengusaha Tol Ikuti Rapat Koordinasi ATI

Kompas.com - 29/04/2019, 12:47 WIB
Ketua Umum ATI Desi Arryani Jasa MargaKetua Umum ATI Desi Arryani

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) menyelenggarakan rapat koordinasi di Jakarta, Senin (29/4/2019). Rapat yang akan dilangsungkan hingga Selasa (30/4/2019) esok ini diikuti sekitar 53 badan usaha jalan tol ( BUJT).

Ketua Umum ATI Desi Arryani mengungkapkan, rakor ini merupakan rakor pertama yang diselenggarakan ATI, seusai dilaksanakannya focus group discussion (FGD) pada Desember 2018 lalu.

"Ada beberapa topik yang cukup trend akhir-akhir ini meliputi seluruh aspek, aspek investasi, aspek teknis, aspek operasi dan aspek pendanaan," ungkap Desi dalam sambutannya.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk tersebut menambahkan, dalam lima tahun terakhir pembangunan infrastruktur terutama yang di sektor jalan tol cukup masif.

Baca juga: Rekor Baru, Pemerintahan Jokowi-JK Operasikan 39 Tol dalam 4,5 Tahun

Hampir 1.000 kilometer jalan tol rampung dan beroperasi, tak hanya di Jawa tetapi juga di Sumatera.

"Ultimate-nya sudah tercapai di akhir tahun lalu dengan tersambungnya Tran Jawa," ungkap dia.

Desi pun mengapresiasi capaian pembangunan yang berhasil diwujudkan pemerintah dengan bantuan sejumlah badan usaha.

Namun, ia menambahkan, dengan capaian yang singkat, tantangan yang dihadapi bandan usaha untuk mewujudkan jalan berbayar tersebut juga luar biasa.

"Terutama financial. Pendanaan membangun dalam tempo pendek sebanyak itu, sebesar itu, yang secara teknis, pembebasan tanah, pembangunan dan lain-lain," kata dia.

Dengan beroperasinya ruas-ruas baru saat ini, Desi menuturkan, tantangan berikutnya yang harus dihadapai badan usaha yaitu bagaimana mengoperasikan jalan tol tersebut secara optimal.

Dengan begitu, distribusi barang dan jasa, serta arus pergerakkan manusia dapat berjalan aman dan lancar.

Terlebih, dalam waktu dekat juga akan dilangsungkan musim mudik dan balik Lebaran 2019. Bila tantangan sebelumnya adalah pengoperasian jalan tol fungsional, maka tahun ini yang menjadi salah satu tantangan yakni bagaimana menjaga kelancaran arus mudik itu sendiri.

"Saat ini kami bersama BUJT lainnya sedang mencari terobosan baru, agar mudik balik kali ini jauh lebih baik, karena tentu saja Trans Jawa sudah tersambung, masyarakat akan mudik balik dengan aman, dan juga dengan nyaman," tuntasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X