Sebelum Notre Dame, Bangunan Bersejarah Ini Juga Pernah Luluh Lantak

Kompas.com - 24/04/2019, 20:28 WIB
Gedung Putih di Washington DC, AS. SHUTTERSTOCKGedung Putih di Washington DC, AS.

KOMPAS.com - Katedral Notre-Dame mampu bertahan selama hampir 900 tahun dalam sejarah Perancis yang penuh gejolak.

Namun, bangunan itu hancur dalam kobaran api. Seruan untuk segera merekonstruksi bangunan bersejarah itu pun digaungkan baik masyarakat Perancis maupun dunia internasional. 

Bahkan, total sumbangan yang masuk untuk perbaikan katedral telah mencapai 600 juta euro atau sekitar Rp 9,47 triliun.

Perdana Menteri Edouard Phillipe pun berharap, rekonstruksi bangunan bersejarah itu dapat segera dilaksanakan.

Baca juga: Warganet Desak Pemerintah Perancis Jauhkan Arsitek dari Notre Dame

Notre Dame bukan bangunan bersejarah dan ikonik pertama yang rusak karena kebakaran. Sebelumnya, sejumlah gedung bersejarah pernah mengalami kejadian serupa.

Beberapa di antaranya ada yang hancur dan dibangun kembali. Beberapa di antaranya seperti:

Frauenkirche

FrauenkircheRoland Geider Frauenkirche
Peristiwa pengeboman selama tiga hari pada Februari 1945 meluluhlantakkan Kota dRESDEN DI Jerman. Salah satu bangunan terkenal yang terdampak adalah Gereja Frauenkirche.

Setelah itu, bangunan gereja terbengkalai selama beberapa dekade hingga akhirnya penduduk setempat membentuk komite khusus untuk membangun kembali gedung gereja.

Baca juga: Bisakah Video Game Membantu Rekonstruksi Notre Dame?

Pada 1994, gedung tersebut mulai direkontruksi. Uniknya, rekonstruksi gereja memanfaatkan material lama.

Pembangunan kembali gedung gereja akhirnya selesai dan pada 2005, bangunan dapat digunakan untuk beribadah.

St. Paul's Cathedral di London

-Harland Quarrington MoD -
Gereja ikonik di Inggris, St. Paul's Cathedral pernah direkonstruksi beberapa kali baik karena usia, kebakaran, maupun perang.

Salah satu rekonstruksi yang paling menyita perhatian adalah setelah bangunan mengalami kerusakan akibat serangan bom yang diluncurkan Jerman pada Perang Dunia II pada 1940.

Pada waktu itu, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill menginstruksikan perbaikan pada gedung tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X