Nilai Aset Wisma Atlet Kemayoran Masih Dihitung

Kompas.com - 23/04/2019, 12:00 WIB
Wisma Atlet KemayoranKementerian PUPR Wisma Atlet Kemayoran

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana penggunaan Wisma Atlet Kemayoran yang dialihfungsikan sebagai rumah dinas untuk aparatur sipil negara (ASN), serta anggota TNI dan Polri sudah memasuki tahap appraisal aset.

Menurut Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid, proses pengalihan fungsi Wisma Atlet Kemayoran saat ini dalam tahap penghitungan nilai aset yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan.

“Memang baru dihitung asetnya, dihitung betul-betul nilai asetnya. Kementerian Keuangan sedang proses ya. Kita dorong secepatnya,” ujar Khalawi di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Hasil penghitungan nantinya diserahkan ke Kementerian Sekretariat Negara (Setneg). Setelah itu, dilanjutkan ke tahap penghunian oleh para ASN, serta anggota TNI dan Polri.

Sembari menunggu selesainya penghitungan nilai aset, Kementerian PUPR menjalankan tanggung jawabnya melakukan perawatan gedung dan berbagai fasilitas agar kondisinya tetap terjaga dengan baik.

Baca juga: Urung Disewakan, Wisma Atlet Bakal Jadi Rumah Dinas ASN

“Kami juga sedang membenahi lagi pasca-Asian Games dan Para Games,” imbuh Khalawi.

Dia menambahkan, proses serah terima Wisma Atlet Kemayoran berlangsung cukup lama karena melibatkan berbagai instansi.

Khalawi akan tetap menunggu selesainya penghitungan nilai aset tersebut oleh Kementerian Keuangan.

Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk tempat tinggal para atlet yang berlaga di ajang Asian Games 2018 dan Para Games 2018.

Terdiri dari 10 menara, tujuh menara pertama berada di Blok D-10 yang terdiri dari 5.494 unit. Tak kurang dari 16.482 orang dapat ditampung pada tujuh tower ini.

Sementara tiga menara lainnya berada di Blok C-2 yang terdiri dari 1.932 unit. Tiga tower ini dapat menampung 5.796 orang. Setiap unit memiliki luas 36 meter persegi, yang dilengkapi dengan dua kamar tidur.

Pada masing-masing kamar tidur sudah terdapat kasur serta lemari yang bisa digunakan untuk menyimpan pakaian dan barang lainnya. 

Kompleks gedung hunian yang dibangun dengan anggaran Rp 3,4 triliun ini juga dilengkapi tempat parkir yang bisa menampung 190 bus, 186 mobil, dan 33 minibus, termasuk sepeda dan sepeda motor di Blok C3.

Adapun di Blok B8 terdapat area parkir yang bisa menampung 112 mobil dan 29 bus, serta sepeda dan sepeda motor.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X