Lippo Cikarang Cetak Pendapatan Rp 2,2 Triliun

Kompas.com - 18/04/2019, 16:00 WIB
Ilustrasi.www.shutterstock.com Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah pasar properti yang kurang kondusif, PT Lippo Cikarang Tbk berhasil membukukan pendapatan Rp 2,21 triliun sepanjang 2018.

Jumlah ini naik 47 persen dibandingkan capaian 2017 yang hanya Rp 1,5 triliun.

Direktur Lippo Cikarang Hong Kah Jin menjelaskan, pendapatan terbesar diperoleh dari penjualan proyek residensial sebanyak 42 persen atau sekitar Rp 935,3 miliar. 

Kemudian diikuti proyek komersial 39 persen atau setara Rp 857,4 miliar.

"Selanjutnya industri 4 persen atau sekitar Rp 76,7 miliar dan services 15 persen atau sekitar Rp 339,9 miliar," terang Kah Jin di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Di samping itu, emiten properti berkode LPCK itu juga berhasil mencatatkan EBITDA sebesar Rp 1,06 triliun atau naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 425 miliar.

Baca juga: Danai Meikarta, Lippo Cikarang Bakal Right Issue Rp 2,8 Triliun

Sumbangan EBITDA terbesar berasal dari sektor komersial yakni 54 persen atau setara Rp 580,9 miliar. Sementara residensial memberikan kontribusi sebesar 26 persen atau Rp 278,6 miliar.

Posisi berikutnya ada jasa yakni 14 persen atau setara Rp 147 miliar dan industrial 6 persen atau sekitar Rp 59,4 miliar.

"Sumber pendapatan meningkat karena ada sumbangan yang besar dari bisnis komersial melalui penjualan lahan dan toko di tahun tersebut," ujarnya.

Adapun laba bersih setelah dikurangi pajak atau nett profit after tax yang tercatat sebesar Rp 2,22 triliun.

Laba bersih tersebut juga meningkat cukup tajam bila dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 368 miliar.

"Peningkatan ini bersumber dari pendapatan yang tadi dijelaskan, juga dikonsolidasikan perusahaan Mahkota Sentosa Utama yang menggarap proyek Meikarta," sebut dia.

Tahun ini, perseroan tidak akan membagikan dividen dari laba bersih kepada pemegang saham dan berencana menerbitkan right issue sebesar 200 juta dollar AS atau setara Rp 2,8 triliun.

Nantinya, dana yang diperoleh dari right issue akan digunakan untuk memperkuat neraca keuangan perseroan dan mendanai kelanjutan proyek Meikarta.

Para pemegang saham pun telah menyepakati hal tersebut dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar hari ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X