Kompas.com - 17/04/2019, 11:00 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah pejabat meresmikan Halal Park, di Kompleks GBK Senayan, Jakarta, Selasa (16/4/2019). Rahmat/HumasPresiden Joko Widodo didampingi sejumlah pejabat meresmikan Halal Park, di Kompleks GBK Senayan, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Halal Park di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fasilitas baru ini menjadi bagian dari pembangunan Halal District yang akan didirikan di atas tanah seluas 21.000 meter persegi dan menelan investasi Rp 250 miliar.

“Ini bukan barang baru. Jadi ini kita memadukan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah, oleh BUMN, dan seluruh pelaku bisnis industri halal, dan juga dengan para UMKM kita. Kita padukan semua kekuatan untuk mengangkat industri halal Indonesia ke tingkat regional maupun di tingkat dunia,” ujar Presiden Jokowi, seperti diberitakan laman resmi Sekretariat Kabinet RI, Selasa (16/4/2019).

Menurut dia, pengembangan industri halal di Indonesia merupakan penggerak pertumbuhan ekonomi serta wadah kreativitas dan produktivitas generasi muda, sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.

Presiden menuturkan, perkembangan industri halal di dunia dan di Indonesia berjalan begitu cepat.

Permintaan produk halal secara global pada 2019 diperkirakan mencapai 3,7 triliun dollar AS atau lebih dari Rp 52.000 triliun, padahal pada 2013 jumlahnya masih 2 triliun dollar AS atau sekitar Rp 28.160 triliun.  

“Artinya, ada pertumbuhan yang sangat besar. Pertumbuhannya mencapai 9,5 persen, ini sebuah growth yang sangat tinggi,” kata Jokowi.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia mengalami perkembangan industri halal yang cukup pesat.

Mengacu pada Global Muslim Travel Index 2019, wisata halal Indonesia menduduki peringkat pertama.

Jokowi mengungkapkan, ada 140 juta wisatawan muslim dengan spending online mencapai 35 miliar dollar AS atau sekitar Rp 492 triliun pada 2018. Jumlah itu terus bertambah dari tahun ke tahun, dan diprediksi mencapai 158 juta orang pada 2020.

“Ini sebuah jumlah yang besar sekali. Artinya, ada sebuah segmen pasar yang harus digarap, apalagi kita adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” imbuhnya.

Jokowi menargetkan 5 juta orang yang melakukan kunjungan wisata halal ke Indonesia pada 2019. Angka itu merupakan seperempat dari total target wisatawan yang diharapkan datang ke Indonesia.

“Target ini tumbuh, ini juga luar biasa, tumbuh 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini juga loncatan yang sangat besar sekali,” pungkas Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.