Pengembang Jateng Tagih Percepatan Revisi Perda Tata Ruang

Kompas.com - 16/04/2019, 12:14 WIB
Ilustrasi rumah subsidi. KOMPAS.com / DANI PRABOWOIlustrasi rumah subsidi.

SEMARANG, KOMPAS.com - Sejumlah pengembang perumahan di Jawa Tengah (Jateng) menagih komitmen pemerintah daerah menyelesaikan revisi peraturan daerah (perda) mengenai rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).

RTRW hasil revisi dinilai akan membantu pengembang menyelesaikan tugas dari pemerintah membangun perumahan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Pertanahan dan Tata Ruang DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng, Djoko Santoso, di Semarang, Selasa (16/4/2019).

Djoko mengatakan, pengembang merasa galau menanti kejelasan revisi RTRW yang belum tuntas hingga saat ini. Dari 35 kabupaten/kota, baru dua kabupaten yang sudah berhasil melakukan revisi.

"RTRW sangat kami diperlukan untuk pemetaan pembangunan perumahan agar tidak melanggar izin," kata Djoko.

Baca juga: Pemda dan Pemilik Bangunan Pelanggar IMB-RTRW Bakal Dijatuhi Sanksi

Djoko menyatakan, belum selesainya revisi beleid tersebut akan menghambat kegiatan pembangunan dan investasi di suatu wilayah.

Pemerintah, sambung dia, mestinya mengebut revisi Perda RTRW tersebut. Salah satunya karena pemerintah mencanangkan penyediaan rumah hingga 1,5 juta unit.

"Kami sebagai pengembang hanya bersifat membantu dan mendukung program pemerintah. Kita harapkan semua segera diselesaikan, karena kita ada pekerjaan program 1,5 juta rumah," tambahnya.

"Pemerintah harus menyiapkan perizinan sehingga kita aman untuk investasi," sambung Djoko.

Djoko menambahkan, jika revisi RTRW tuntas, pihak pengembang akan mengembangkan wilayah sesuai ketentuan. Pengembang akan mengembangkan kawasan seusai aturan yang ada.

"Masyarakat perlu rumah, dan kita sebagai pengembang juga perlu suplay rumah. Jadi ini harus segera diselesaikan," pungkasnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X