Selesai Dibangun, Jewel Changi Dibuka Minggu Ini

Kompas.com - 16/04/2019, 10:30 WIB
Air terjun bernama Rain Vortex di Bandara Jewel Changi, SingapuraDezeen.com Air terjun bernama Rain Vortex di Bandara Jewel Changi, Singapura

KOMPAS.com – Safdie Architects bersama para arsitek telah menyelesaikan tugas mereka untuk merancang dan membangun Jewel Changi Airport di Singapura.

Area tertutup berupa hutan buatan yang berada di dalam kubah kaca raksasa itu memiliki air terjun di bagian tengahnya.

Menurut rencana, bangunan rumah kaca berketinggian lima lantai di atas tanah dan lima lantai di bawah tanah tersebut akan dibuka untuk umum pada minggu ini.

Selain dipenuhi dengan tanaman, di dalamnya juga tersedia pertokoan dan berbagai ruang publik untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup para pengunjung.

Atapnya terdiri dari kerangka baja sebagai penyambung kaca berbentuk roti bagel. Destinasi wisata baru ini terhubung ke sarana transportasi publik kota dan Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Changi yang sudah ada sebelumnya.

Salah satu yang menjadi ciri khas Jewel Changi adalah Rain Vortex, yaitu air terjun dalam ruangan setinggi 40 meter dan diklaim merupakan yang terbesar di dunia.

Air terjun ini mampu mengalirkan 37,85 meter kubik air per menit.

"Kubah terbalik Jewel ini menciptakan pengalaman baru yang tidak bisa ditemui di tempat lain. Ada taman yang luas, dipadukan dengan fasilitas perbelanjaan dan bandara tujuh lantai," kata Moshe Safdie dari Safdie Architects, seperti dilansir Dezeen.com, Sabtu (13/4/2019).

Sistem pencahayaan yang diatur agar bagian dalam Bandara Jewel Changi, Singapura, tidak terlalu panas.Dezeen.com Sistem pencahayaan yang diatur agar bagian dalam Bandara Jewel Changi, Singapura, tidak terlalu panas.

Ada 14 kolom berbentuk mirip pohon dan balok cincin yang menopang atap berkubah kaca itu. Kaca tersebut dirancang untuk memaksimalkan masuknya cahaya ke seluruh bangunan.

Namun, pencahayaannya diatur agar bagian dalam bangunan tidak terlalu panas sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman dan tetap dalam kondisi ideal.

“Cahayanya dapat menembus ke mana-mana, sedangkan air terjun turun melalui kubah atap untuk menciptakan efek dramatis. Ketinggiannya tujuh lantai hingga ke tingkat bangunan paling rendah," imbuh Safdie.

Selain itu, setiap panel kaca memiliki celah 16 milimeter untuk menyerap kebisingan mesin pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat di Bandara Changi.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X