Cerita di Balik Piramida Kaca Museum Louvre

Kompas.com - 14/04/2019, 19:46 WIB
Louvre, museum di Paris, Perancis.Shutterstock Louvre, museum di Paris, Perancis.

KOMPAS.com - Siapa tak kenal Museum Louvre di Paris, Perancis? Sebagai salah satu destinasi wisata di Perancis, museum ini juga merupakan bagian dari karya seni.

Salah satu yang mencolok adalah piramida kaca di pintu masuknya. Struktur yang dibangun pada 1985 ini mencakup kaca dan baja setinggi 21 meter.

Pada awalnya, banyak warga Paris yang menyangsikan pembangunan struktur ini. Mereka mempertanyakan mengapa harus mengambil bentuk piramida.

Banyak orang yang menganggap piramida mengingatkan akan Mesir.

Sebelumnya, museum ini tak pernah direnovasi selama beberapa dekade. Bangunan museum hanya dapat menampung pengunjung dalam jumlah terbatas.

Hal ini diperparah dengan kondisi lalu lintas serta polusi yang mengganggu pengunjung saat memasuki gedung.

Untuk itu, Presiden Perancis kala itu, Francois Mitterand mengumumkan akan meluncurkan proyek untuk merestorasi Louvre.

Suasana saat pembangunan struktur piramida kaca LouvreMUSÉE-DU-LOUVRE-FONDS-EPGL-PATRICE-ASTIER Suasana saat pembangunan struktur piramida kaca Louvre
Museum yang awalnya merupakan istana ini kemudian direnovasi, termasuk menambahkan struktur kaca berbentuk piramida di halaman depannya.

Untuk mengembangkan proyek ini, Mitterand menggandeng arsitek I.M Pei yang sebelumnya dikenal dengan karya National Gallery Washington dan Fine Arts Museum di Boston.

"Kami ingin memberikan Louvre pusat baru," ujar sang arsitek kala itu.

"Sebuah ruang penerimaan, area yang luas dengan cahaya," lanjutnya.

Namun Pei saat itu belum menyimpulkan akan membuat struktur berbentuk piramida. Pada awalnya dia mengatakan akan membuat gedung dengan bentuk kubah atau kubus yang memanjakan mata.

Pada akhirnya, dari beberapa bentuk yang diusulkan dipilihlah model piramida. Struktur ini kemudian diputuskan menjadi salah satu pintu masuk ke dalam museum.

Pembangunan struktur piramida kaca LouvreMUSÉE-DU-LOUVRE-FONDS-EPGL-PATRICE-ASTIER Pembangunan struktur piramida kaca Louvre
Dalam rancangannya, Pei melengkapi struktur museum dengan 70 buah segitiga dan 603 kaca berbentuk berlian.

Satu per satu seluruh struktur tersebut disusun bersamaan dengan 86.100 kilogram baja dan 95.200 pelat alumunium.

Untuk membangun struktur ini, Pei membutuhkan waktu dua tahun lamanya. Namun ternyata, proyek renovasi ini berjalan lebih luas.

Tak hanya membangun struktur untuk memperkenalkan museum baru, seluruh bangunan museum lama juga direnovasi.

Hal ini membuat Pei harus membangun beberapa bangunan tambahan di sisi lain gedung.

Saat ini, Museum Louvre merupakan satu-satunya museum dengan karya seni yang menjadi pintu masuknya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X