BPD Diharapkan Lebih Aktif Danai Proyek Tol

Kompas.com - 09/04/2019, 14:00 WIB
Tol SedyatmoJasa Marga Tol Sedyatmo

JAKARTA, KOMPAS.com - Kontribusi bank pembangunan daerah (BPD) dalam mendanai proyek jalan tol masih minim. Padahal, potensi BPD dalam pembiayaan tersebut cukup besar.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan 54 proyek jalan tol sepanjang 2.934 kilometer dalam kurun 2015-2019 mencapai Rp 500 triliun.

Sejauh ini, pembiayaan terbesar baru berasal dari perbankan dan lembaga keuangan pelat merah, seperti PT SMI (Persero), BNI, BRI, dan Bank Mandiri sebesar 63,23 persen.

Sementara lembaga non BUMN sebesar 36,77 persen. Adapun total pembiayaan yang telah dikeluarkan sebesar Rp 102,81 triliun.

Baca juga: Pencanangan Konstruksi Dua Sirip Tol Trans-Sumatera Diresmikan

"Sampai sekarang kontribusi BPD kurang dari 1 persen. Seperti Bank Maluku Utara, Bank Sumatera Utara dan Bank Papua yang mendanai proyek tol Trans Jawa," kata Danang di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, tingkat kelayakan proyek jalan tol kini mulai meningkat setelah pemerintah memberikan penjaminan serta meningkatkan dukungan kelayakan. Akibatnya, resiko jangka panjang yang mungkin terjadi dapat diserap perbankan daerah.

Danang pun berharap, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dapat mendorong peran aktif BPD yang tergabung ke dalam asosiasi, baik secara sindikasi maupun pembiayaan yang dikelola asosiasi.

Terutama, untuk membiayai proyek tol yang terdapat di daerah masing-masing.

"Bahkan kalau bisa didorong hingga 5-10 persen," ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X