Pasokan Bertambah, Harga Sewa Perkantoran Diprediksi Turun 5 Persen

Kompas.com - 05/04/2019, 10:47 WIB
Ilustrasi www.shutterstock.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pasokan ruang perkantoran di Jakarta diprediksi terus bertambah hingga 2021. Hal ini menjadi tantangan bagi para pemilik gedung untuk memberikan harga sewa yang tepat kepada klien.

Dengan bertumbuhnya pasokan, membuat pilihan perkantoran semakin banyak. Tentu saja hal ini menguntungkan calon penyewa. Akibatnya, harga sewa yang ditawarkan pun kian bersaing.

"Pasokan yang kuat akan terus menjadi tantangan bagi pasar selama 1-2 tahun ke depan," ujar Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus, Kamis (4/4/2019).

"Meskipun kami memperkirakan permintaan meningkat, kemungkinan besar tidak akan mampu menyeimbangkan pasokan yang tumbuh. Ini menyulitkan pemilik gedung untuk menaikkan harga sewa mereka karena kekosongan tetap tinggi," tutur Anton.

Baca juga: Penyewa Kantor Pertimbangkan Kemudahan Akses Transportasi

Dari hasil riset Savills Indonesia, sepanjang 2019, diprediksi pasokan ruang perkantoran baru di kawasan pusat bisnis Jakarta bakal mencapai 600.000 meter persegi.

Jumlah tersebut memberikan kontribusi sekitar 45 persen dari perkiraan pasokan ruang perkantoran baru yang akan masuk hingga 2021.

Perkantoran Grade A mendominasi pasokan hingga mencapai 47 persen. Posisi berikutnya Grade Premium 41 persen dan Grade B 12 persen.

Adapun dari sisi sebaran, kawasan Sudirman mendominasi hingga mencapai 49 persen, diikuti Rasuna Said 30 persen, Thamrin 12 persen dan Gatot Subroto 9 persen.

Anton memperkirakan, dengan pasokan demikian banyak, harga sewa pada 2019 diprediksi turun sekitar 5 persen.

"Pasar harus dapat mengharapkan perubahan haluan pada 2020 dan seterusnya untuk mencatatkan kenaikan moderat sekitar 2-4 persen," kata dia.

Optimisme tersebut dapat terjadi bila melihat kondisi makro ekonomi dalam negeri. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen pada tahun ini, setelah pada tahun lalu pertumbuhan ekonomi ditutup pada kisaran 5,17 persen.

Selain itu, pemerintah juga masih berupaya menekan tekanan perekonomian global dengan sejumlah kebijakan ekonomi yang mampu menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Selain itu juga mempertahankan laju inflasi yang sama dengan tahun lalu yakni 3,5 plus minus 1 persen.

Seiring aktivitas ekonomi berkembang, pertumbuhan tingkat sewa diperkirakan akan meningkat. Dari 2020 hingga 2021, sewa diperkirakan akan mendapatkan momentum dan tumbuh sekitar 4-6 persen.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X