Kriteria Pemeriksaan Gedung Bertingkat di Jakarta

Kompas.com - 02/04/2019, 13:00 WIB
Ilustrasi: Tangerang dan Bekasi jadi lokasi alternatif pembangunan kondominium karena lahan di Jakarta semakin langka dan mahal. www.shutterstock.comIlustrasi: Tangerang dan Bekasi jadi lokasi alternatif pembangunan kondominium karena lahan di Jakarta semakin langka dan mahal.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 800 bangunan bertingkat di wilayah Provinsi DKI Jakarta akan menjadi obyek pemeriksaan Komite Keselamatan Konstruksi (KKK).

KKK ditugaskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. 

Ke-800 gedung itu terdiri dari 168 gedung apartemen kelas menengah ke bawah, 408 gedung perkantoran, dan 224 gedung pusat perbelanjaan.

Salah satu unsur yang menjadi penilaian dalam pemeriksaan tersebut yaitu komponen bangunan gedung, selain komitmen dan kelengkapan dokumen.

Komponen bangunan gedung dibagi menjadi lima kriteria, yakni kesesuaian fungsi. persyaratan tata bangunan, aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

“Ada izin mendirikan bangunan, saat bangunan itu sudah selesai dan sebelum beroperasi ada sertifikat laik fungsi. Inilah yang jadi dasar bagi kita untuk memeriksa kesesuaian fungsi dan pengelolaan bangunan itu terhadap keselamatan,” kata Ketua Tim Pemeriksaan Bangunan Gedung Provinsi DKI Jakarta Rizal Z Tamin saat ditemui di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Baca juga: Gedung Bertingkat akan Distempel Tak Patuh hingga Sangat Patuh

Dia melanjutkan, mengenai aspek keselamatan, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu struktur bangunan gedung, kemampuan bangunan gedung terhadap bahaya kebakaran, serta kemampuan bangunan gedung terhadap petir dan bahaya kelistrikan.

Kemudian, menyangkut aspek kesehatan, persyaratan yang harus dipenuhi adalah sistem penghawaan, pencahayaan, sanitasi, dan penggunaan bahan bangunan gedung.

“Kami periksa aspek keselamatannya. Ada tiga komponen besar, yaitu keselamatan struktur, bahaya kebakaran, dan petir. Kalau aspek kesehatan menyangkut penghawaan, pengolahan air kotor, dan pembuangan limbah. Ada hal teknis di dalamnya yang perlu diperiksa,” imbuh Rizal.

Berikutnya, terkait aspek kenyamanan, persyaratan yang diperiksa yakni kenyamanan ruang gerak dan hubungan antar-ruang, kondisi udara dalam ruang, pandangan, serta tingkat getaran dan kebisingan.

Baca juga: Cegah Kebakaran, Pemerintah Periksa Gedung Bertingkat di Jakarta

Terakhir aspek kemudahan, pemeriksaannya mencakup persyaratan hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung, serta kelengkapan prasarana dan sarana dalam pemanfaatan bangunan gedung.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X