Banyak Dikeluhkan Penghuni, Apartemen Rajawali Diperiksa KKK

Kompas.com - 02/04/2019, 12:00 WIB
Ilustrasi apartemen. PIXABAY/paulbr75Ilustrasi apartemen.

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin mengungkapkan salah satu gedung yang menjadi sasaran pemeriksaan Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) adalah apartemen Rajawali.

Apartemen menengah ke bawah yang berlokasi di Jalan Rajawali Selatan, Jakarta Pusat, kerap dikeluhkan masyarakat penghuni dan pemilik.

Bahkan, kata Syarif, tak jarang keluhan itu disampaikan hingga ke media sosial, dan media massa arus utama.

"Seperti Apartemen Rajawali itu kelas menengah ke bawah. Di koran-koran banyak komplain tentang pengelolaannya," sebut Syarif di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Dia pun mengimbau masyarakat yang mengkhawatirkan kondisi bangunan dan pengelolaan gedung apartemen, mengusulkan untuk diperiksa KKK.

Baca juga: Gedung Bertingkat akan Distempel Tak Patuh hingga Sangat Patuh

Ada sejumlah alasan bagi Syarif untuk menugaskan KKK memeriksa gedung apartemen kelas menengah ke bawah.

Menurut dia, biaya pemeliharaan bangunan apartemen kelas menengah ke bawah lebih rendah daripada apartemen kelas menengah ke atas.

Selain itu, pengelola apartemen kelas menengah ke bawah cenderung kurang peduli dengan pemeliharaan bangunannya.

Syarif menambahkan, jika kondisi perekonomian penghuni yang tinggal di apartemen itu bagus maka pengelola gedungnya pun relatif bagus.

Namun, bila gedung yang penghuninya kelas menengah ke bawah maka biaya perawatan gedungnya juga tidak bisa dipatok dengan harga tinggi.

Baca juga: 800 Gedung di Jakarta Diperiksa Komite Keselamatan Konstruksi

“Gedung yang ekonomi menengah ke bawah, pembayarannya tidak terlalu besar sehingga pemeliharaan tidak maksimal. Ini kontradiksi yang perlu perhatian,” ucap Syarif.

Dia menuturkan, seharusnya pengelola gedung apartemen tidak hanya melihat dari faktor kondisi keuangan para penghuninya, tetapi memang sudah semestinya pengelola mematuhi aturan perawatan gedung.

"Jadi bukan dari sisi berapa bayarnya, tapi dari bagaimana melihat kondisi bangunan tadi. Masyarakat menengah ke bawah kan clear, sebenarnya di Jakarta ini kelihatan sekali," ujarnya. 

Apartemen Rajawali merupakan bagian dari 168 gedung apartemen kelas menengah ke bawah di Jakarta yang dijadikan obyek pemeriksaan KKK.

Pemeriksaan ini akan berlangsung selama 90 hari dan sampai saat ini sudah berjalan tiga minggu.

Ketua Tim Pemeriksaan Bangunan Gedung Provinsi DKI Jakarta Rizal Z Tamin menegaskan, pemeriksaan ini penting dilakukan karena fungsi dari suatu gedung itu akan berlangsung selama puluhan tahun, maka pemeliharaannya perlu diperhatikan.

"Kalau membangun gedung itu setahun sampai tiga tahun, tapi operasionalnya bisa 30 sampai 50 tahun. Jadi ini wilayah yang panjang," pungkasnya.





25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X