Banyak Dikeluhkan Penghuni, Apartemen Rajawali Diperiksa KKK

Kompas.com - 02/04/2019, 12:00 WIB
Ilustrasi apartemen. PIXABAY/paulbr75Ilustrasi apartemen.

“Gedung yang ekonomi menengah ke bawah, pembayarannya tidak terlalu besar sehingga pemeliharaan tidak maksimal. Ini kontradiksi yang perlu perhatian,” ucap Syarif.

Dia menuturkan, seharusnya pengelola gedung apartemen tidak hanya melihat dari faktor kondisi keuangan para penghuninya, tetapi memang sudah semestinya pengelola mematuhi aturan perawatan gedung.

"Jadi bukan dari sisi berapa bayarnya, tapi dari bagaimana melihat kondisi bangunan tadi. Masyarakat menengah ke bawah kan clear, sebenarnya di Jakarta ini kelihatan sekali," ujarnya. 

Apartemen Rajawali merupakan bagian dari 168 gedung apartemen kelas menengah ke bawah di Jakarta yang dijadikan obyek pemeriksaan KKK.

Pemeriksaan ini akan berlangsung selama 90 hari dan sampai saat ini sudah berjalan tiga minggu.

Ketua Tim Pemeriksaan Bangunan Gedung Provinsi DKI Jakarta Rizal Z Tamin menegaskan, pemeriksaan ini penting dilakukan karena fungsi dari suatu gedung itu akan berlangsung selama puluhan tahun, maka pemeliharaannya perlu diperhatikan.

"Kalau membangun gedung itu setahun sampai tiga tahun, tapi operasionalnya bisa 30 sampai 50 tahun. Jadi ini wilayah yang panjang," pungkasnya.



Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X