Rp 168,32 Miliar untuk Infrastruktur Tanjung Selor 2019

Kompas.com - 01/04/2019, 13:30 WIB
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono menandatangani kesepakatan dan komitmen bersama rencana aksi pelaksanaan Inpres Nomor 9 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor di Kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta, Rabu (27/3/2019). Kementerian PUPRKepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono menandatangani kesepakatan dan komitmen bersama rencana aksi pelaksanaan Inpres Nomor 9 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor di Kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Secara bertahap, pengembangan infrastruktur Tanjung Selor, ibu kota Kalimantan Utara, sebagai kota baru mandiri (KBM) terus dilakukan.

Bahkan, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) pada 2017 telah menyusun masterplan  daerah yang telah ditetapkan sebagai kota baru sejak 2015 tersebut.

"Memang butuh percepatan, dan kelihatannya kalau saya lihat kebanyakan PU (pekerjaan umum) yang selama ini bergerak," kata Kepala BPIW Hadi Sucahyono kepada Kompas.com, akhir pekan lalu.

Salah satu kendala dalam pengembangan infrastruktur Tanjung Selor adalah minimnya kemampuan anggaran yang dimiliki daerah.

Menurut Hadi, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kawasan tersebut tidak lebih dari Rp 2 triliun.

Baca juga: Begini Rencana Pengembangan Infrastruktur Tanjung Selor

Kendala lainnya yakni jumlah penduduk yang tak lebih dari 35.000 jiwa. Hal ini dinilai dapat memengaruhi pertimbangan swasta dalam membenamkan investasi di sana.

"Investor masuk pasti berhitung juga dengan feasibility study  (FS)-nya dia. Mau jualan apa, mau investasi apa, marketnya dimana, dan sebagainya. Mungkin kecepatan untuk pembangunan juga akan lama," ucap Hadi.

Karena itu, untuk pengembangan infrastruktur diperlukan dukungan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Pada tahun ini, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR menganggarkan sekitar Rp 168,32 miliar untuk pengembangan infrastruktur.

Anggaran itu digunakan antara lain untuk preservasi jalan di dalam kota dan jalan perbatasan, pelebaran jalan menuju standar di Batas Bulungan-Tanjung Selor, hingga rehabilitasi jembatan batas Bulungan-Tanjung Selor.

Sementara untuk 2020-2024, telah disusun sejumlah kegiatan berdasarkan konsultasi regional yang diselenggarakan sebelumnya.

Proyek tersebut antara lain pembangunan rusun bagi ASN sebanyak 58 unit dengan nilai anggaran Rp 33,56 miliar, dan pembangunan TPS 3R di Kabupaten Bulungan senilai Rp 550 juta.

Selain itu juga disiapkan readiness criteria meliputi feasibility study, detail engineering design dan amdal inner ring road KBM Tanjung Selor sebesar Rp 5 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X