CSIS Pastikan Serah Terima Pine Garden pada Desember Mendatang

Kompas.com - 28/03/2019, 12:58 WIB
Pada 2018, hunian tapak di Pine Garden terjual 129 unit. Pada 2019 ini CSIS menargetkan terjual 150 unit dengan nilai penjualan sekitar Rp 150 miliar.  ShutterstockPada 2018, hunian tapak di Pine Garden terjual 129 unit. Pada 2019 ini CSIS menargetkan terjual 150 unit dengan nilai penjualan sekitar Rp 150 miliar.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Cahaya Sakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) memastikan serah terima tahap pertama hunian Pine Garden pada Desember 2019 mendatang. Pine Garden merupakan bagian dari Olympic City, di Bogor, yang dikembangkan dalam tiga fase di lahan seluas 25 hektare.

"Pembangunan sedang berjalan. Kami pastikan serah terima 45 unit rumah sampai Desember nanti," kata Direktur Utama PT Cahaya Sakti Investindo Sukses Tbk (CSIS), Au Bintoro, Rabu (26/3/2019).

Kepastian serah terima itu, menurut Bintoro, didukung dengan izin pengembangan yang sudah dikantongi oleh CSIS. Dia memastikan izin site plan dan IMB perumahan tersebut sudah ada.

Bintoro menjelaskan, permintaan hunian tapak di Bogor masih tinggi. Itu bisa dibuktikan dengan penjualan Pine Garden yang pada 2018 lalu terjual 129 unit. Pine Garden sendiri ditargetkan akan memiliki kapasitas 350 unit.

"Untuk tahun ini, kami targetkan terjual 150 unit dengan nilai penjualan sekitar Rp 150 miliar," ujar Bintoro.

Sejak dipasarkan pada November 2017 hingga Maret 2019, lanjut dia, Pine Garden tercatat mengalami peningkatan harga (capital gain). Pada 2017 lalu hunian ini dibanderol Rp 700 juta hingga Rp 900 juta per unit. Saat ini harga per unit sudah menjadi Rp 1,1 miliar sampai dengan 1,5 miliar.

"Per unit berda, tergantung tipenya. Untuk rumah dua lantai kami tawarkan ke pasar mulai tipe 54 sampai tipe 88," kata Bintoro.

Beruntungnya, proyek tersebut sudah ditopang aksesibilitas memadai. Untuk mengakses wilayah sekitarnya, letak Pine Garden dekat dengan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) dan bakal ditopang kehadiran Light Rail Transit (LRT) sebagai penghubung Jakarta-Bogor. Sejauh ini akses ke Bogor masih melalui tol Jagorawi dan kereta commuter line.

"Dengan luas luas 25 hektar ini kami berharap Olympic City bisa menjadi salah satu kawasan bisnis Bogor. Selain rumah tapak, kami juga akan bangun apartemen, perkantoran, dan mal seluas 90.000 meter persegi," tambah Bintoro.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X