Sejumlah Manfaat Transaksi Tanpa Henti di Jalan Tol

Kompas.com - 22/03/2019, 19:12 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menggelar ujicoba transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification (RFID) atau dikenal dengan Single Lane Free Flow (SLFF) di Gerbang Tol Cengkareng dan Kapuk, Jumat (22/3/2019). Dokumentasi Jasa MargaPT Jasa Marga (Persero) Tbk menggelar ujicoba transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification (RFID) atau dikenal dengan Single Lane Free Flow (SLFF) di Gerbang Tol Cengkareng dan Kapuk, Jumat (22/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan single lane free flow (SLFF) di jalan tol dinilai memberikan banyak manfaat. Tak hanya dari aspek keamanan tetapi juga efisiensi waktu transaksi.

Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Operation (JMTO) Septerianto Sanaf menjelaskan, teknologi Radio Frequency Identification yang digunakan pada uji coba SLFF Jasa Marga, memungkinkan dilakukannya transaksi dengan kecepatan mencapai 30 kilometer per jam.

Artinya, meski kendaraan terus melaju dengan kecepatan tersebut, mereka tetap dapat melakukan transaksi di gerbang tol (GT) tanpa henti.

"Dari sisi badan usaha kalau sudah bisa jalan seperti itu, maka kapasitasnya akan naik. Kalau kapasitasnya naik, maka antrean di gerbang pun akan berkurang," terang Septrianto, Jumat (22/3/2019).

Selama ini, transaksi pembayaran di GT kerap digadang-gadang menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan di jalan tol. Selain, keluar masuknya pengguna jalan di tempat istirahat.

Dengan adanya transaksi yang lebih cepat, maka salah satu faktor penyebab kemacetan pun dapat dikurangi.

Baca juga: Uji Coba Transaksi Tanpa Henti di Jalan Tol Diperkirakan 3 Bulan

Manfaat lainnya, masyarakat dapat melacak seluruh transaksi yang dilakukan tanpa khawatir harus kehilangan bukti.

Sebab, seluruh riwayat transaksi akan dilaporkan melalui notifikasi yang masuk pada aplikasi yang telah disediakan.

Aplikasi tersebut bernama FLO dan saat ini baru bisa diunduh pada ponsel berbasis Android.

"Semua tanda terima elektronik akan masuk di hape semua. Jadi biaya transaksi berapa, saldo berapa, semua di situ," sebut Septrianto.

Selain itu, ia menambahkan, masyarakat tak perlu lagi pergi ritel konvensional untuk mengisi ulang saldo.

Saldo dapat diisi melalui aplikasi perbankan pada ponsel yang terkoneksi dengan jaringan Link.

"Terus yang paling penting itu ini server base. Jadi uangnya pengguna jalan itu adanya di server, kalau sekarang kan kartu, kartu hilang uangnya hilang. Kalau ini uangnya ada di server," tuntas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X